Sep 27, 2010

Storm 2: Sebuah Keajaiban Berkomunikasi

Sejak kemunculan generasi pertamanya, hp touch screen selalu menjadi langganan. Bukan anti qwerty, tapi agak kurang nyaman dipegang. Mungkin karena jempol jari yang semakin gemuk, atau karena kesan seksi dan terasa praktis pengoperasiaannya.

Sampai saat ini, SE M600i dengan OS Symbian UIQ3, yang merupakan salah satu resistive touch screen generasi pertama masih terawat, meski harus sudah ganti screen. Disusul dengan HTC Touch Diamond, dimana seperti HTC yang lain, ber OS WM, dan merupakan salah satu very SMART phone tak terkalahkan, juga masih mulus 3D swipe screennya.

Tidak ada ketertarikan sama sekali untuk memakai BlackBerry, saat itu, meski saya sangat keranjingan internet. Dengan satu alasan simple. Karena belum ada BB touch screen. Hingga beberapa tahun lalu sebuah Blackberry dengan tag name Storm muncul. Masih belum tergerak. Sampai akhirnya saat ke Bandung setengah tahun lalu, saya menyerah untuk beralih ke BlackBerry… Dengan alasan yang simple. Ada blackberry Touch Screen… STORM 2 a.k.a Odin 9550.

Setengah tahun saya bereksplorasi dengan berpindah-pindah provider untuk menjajal layanan BIS nya (Blackberry Internet Services). Hingga akhirnya, karena rekomendasi kantor, sekarang saya lengket dengan layanan BES (Blackberry Enterprises Services).

Bagi saya pribadi, kesempatan beralih dan bereksplorasi dengan berbagai HP dengan berbagai OS (atau bahkan mulai dari yang tidak ber OS) member beberapa kesimpulan ttg segmentasi HP. Secara umum seluler akhirnya saya kategorikan menjadi tiga besar:

1. Segmen untuk komunikasi

2. Segmen untuk multimedia

3. Segmen untuk bisnis

Saya masukkan HP untuk segmen komunikasi antara lain Nokia, SE, LG, Samsung, HTC dan hp local lainnya. Dengan kecanggihannya alat ini sangat mendukung komunikasi kita.

Semakin kesini, muncul focus lebih dari beberapa seluler untuk menjadi alat Multi Media. Saya kategorikan IPhone, SE tertentu, Nokia tertentu ke dalam kategori ini.

Dan akhirnya saya kategorikan BB sebagai alat Bisnis, karena ternyata fungsi komunikasi selama ini menjadi nomor 2. Email, Instant Messaging dan Browsing menjadi fungsi nomor 1. Hal ini didukung kemampuan BB untuk selalu online 24 jam tanpa terputus, dengan daya tahan baterai seperti HP lain. Tekhnologi push email yang real time, adalah sebuah keajaiban bagi saya, yang memang sejak awal mengenal internet sudah menjajal wasantara net. Kemampuan standby untuk instant messaging dg YM, BBM, FB, dll memberi sebuah rasa addicted dan aman, karena yakin selalu bisa terhubung. Kemampuannya untuk bisa browsing kapanpun dibutuhkan, membuat hidup serasa mempunyai asisten.

Sebuah revolusi yang radikal dalam berkomunikasi!!! Atau sebuah revolusi yang semakin membuat ras manusia tergantung pada sebuah gadget…..!!!!

Jul 31, 2010

Tuhan ... Tidurkanlah Kekasih-Mu yang Letih ini.

Oleh: Mario Teguh

Adikku yang tidurnya sering tak lelap,

Malam ini rebahkanlah badanmu yang letih itu, dan serahkanlah yang tak bisa kau kerjakan kepada Tuhan.

Janganlah berserah, tapi masih mengkhawatirkan yang sudah kau serahkan kepada-Nya....

Kapankah Tuhan akan seutuhnya kau percayai, jika engkau tak henti mengatur apa yang akan dilakukan oleh-Nya?

Bisikkanlah, Tuhan ... tidurkanlah kekasih-Mu yang letih ini.
Amien.

Jul 23, 2010

Semua Berjalan Dengan Alasan

Siang itu, helper bis sekolah seperti biasanya mulai melakukan pekerjaan pembersihan, setelah selesai mengantar adik-adik ke sekolah masing-masing. Ditengah keasyikan melakukan pekerjaannya, tiba-tiba dia melihat sepasang kaos kaki yang terlihat masih baru tergeletak diatas salah satu kursi bis.

Dilihatinya dengan seksama kaos kaki tersebut. Dan jelas bahwa ukuran nya menunjukkan kalau kaos kaki tersebut untuk ukuran orang dewasa dan XL!.... Agak lama dia berusaha memahami kejadian tersebut.

“ Tadi pagi saat sebelum berangkat, tidak ada satupun benda asing ada di dalam bis, termasuk kaos kaki. Dan bis ini hanya mengangkut adik-adik, bukan pekerja atau tamu. Lantas, gimana kaos kaki orang dewasa yang masih baru dan licin karena setrikaan, serta bermerk ini tiba-tiba teronggok di salah satu kursi bisku?”………..

Dia lapor ke supervisornya, dan terlihat bahkan supervisornya tak habis pikir, bagaimana kaos kaki dewasa ini sampai di dalam bis sekolah………

==========

Empat jam sebelumnya, sekitar jam 06.30. Di rumah salah seorang pekerja.
Ayah, "Ma, mana kaos kakinya?”
Istri, "Di kursi Yah. Sudah disiapin tadi!”
Suami, "Nggak ada Ma. Ayo Ma, nih sudah mau berangkat. Tolong kaos kakinya!”
Istri, "Lho tadi disini. Coba ayah berdiri, siapa tahu kedudukan ayah.”
Suami, "Lha Mama, dibilangin nggak ada kok nggak percaya.”
Istri, "Iya ya, tadi sudah tak siapin bareng sepatunya kok? Kemana ya?” Tak ambilin yang baru aja Yah!”

==========

Empat setengah jam sebelumnya.
Mama, seperti biasa, pagi itu sibuk menyiapkan persiapan sekolah 3 anak-anak. Si kecil baru mulai masuk TK, si kakak tengah kelas lima dan teteh sulungnya kelas 2 SMP. Plus kesibukan lainnya, menyiapkan persiapan untuk sang ayah yang berangkatnya juga hampir bersamaan.

4 orang berangkat pagi, paling tidak membuat mama harus menyiapkan jadwal kecil-kecilan, mulai dari siapa yang mandi dahulu sampai makan paginya. 2 kecil terakhir masih agak manja, sehingga kadang mandipun harus dipandu, agar tidak selip dengan jadwal bis sekolah.

Pagi itu, si kakak tengah agak lama bercermin sehingga saat bis sekolah datang, dia harus terburu-buru, sambar sana sambar sini. Dia memang lebih banyak terburu-buru saat bis datang menjemput. Dan ditengah keterburuannya, tanpa sadar dia menyambar sesuatu di kursi dan dengan enteng dimasukkan di saku tasnya, bersama dengan tempat bekal minumnya.

===============

Jam 6.35 didalam bis sekolah. Seorang anak yang kalau ditilik dari bajunya adalah murid SD, sedang beringsut-ingsut terlihat malu, saat tangannya meraba botol minumnya untuk memastikan dia tidak kelupaan membawanya karena pagi ini ada kelas olah raga… tiba-tiba menyentuh sesuatu seperti kain. Dilihatnya… ternyata sepasang kaos kaki, hitam…..” ha, milik ayah!”….

Entah apa yang ada dalam pikirannya, pelan-pelan agar tidak diketahui teman-teman, bahkan kakaknya yang sedang duduk disampingnya, dia menurunkan sepasang kaos kaki ke samping tempat duduknya!...

===========

Dua hari berlalu
Istri, “ Yah tahu, kemarin waktu nyari kaos kaki, nggak ketemu. Ternyata terbawa si kakak dan katanya karena malu, diletakkan begitu saja di bangku bis………... Tolong jangan bilang-bilang ya, dia kayaknya malu..!"

=======================================

Dua hari yang lalu, saat waktu beranjak siang, di sebuah pool transport perusahaan....

Seorang helper bis sekolah seperti biasanya mulai melakukan pekerjaan pembersihan, setelah selesai mengantar adik-adik ke sekolah masing-masing. Ditengah keasyikan melakukan pekerjaannya, tiba-tiba dia melihat sepasang kaos kaki yang terlihat masih baru tergeletak diatas salah satu kursi bis.

Dilihatinya dengan seksama kaos kaki tersebut. Dan jelas bahwa ukuran nya menunjukkan kalau kaos kaki tersebut untuk ukuran orang dewasa dan XL!.... Agak lama dia berusaha memahami kejadian tersebut.

“ Tadi pagi saat sebelum berangkat, tidak ada satupun benda asing ada di dalam bis, termasuk kaos kaki. Dan bis ini hanya mengangkut adik-adik, bukan pekerja atau tamu. Lantas, gimana kaos kaki orang dewasa yang masih baru dan licin karena setrikaan, serta bermerk ini tiba-tiba teronggok di salah satu kursi bisku?”………..

Dia lapor ke supervisornya, dan terlihat bahkan supervisornya tak habis pikir, bagaimana kaos kaki dewasa ini sampai di dalam bis sekolah……… dst, dst, dst......

==========

Dan sang waktu terus berjalan berdasarkan keteraturan dan ketentuan yang telah diatur dengan akurat dan indah... Semua berjalan teratur karena suatu alasan.. TIDAK ADA YANG KEBETULAN!

Jun 7, 2010

Rest if you must, but don't you quit

Sebuah puisi motivasi yang sangat menggugah semangat! (klik judul untuk download film)

*********************************************



DON'T QUIT

When things go wrong, as they sometimes will,
When the road you're trudging seems all uphill,
When the funds are low and the debts are high,
And you want to smile, but you have to sigh,

When care is pressing you down a bit,
Rest, if you must, but don't you quit.

Life is queer with its twists and turns,
As every one of us sometimes learns,
And many a failure turns about,
When he might have won had he stuck it out;
Don't give up though the pace seems slow--

You may succeed with another blow.
Often the goal is nearer than,
It seems to a faint and faltering man,
Often the struggler has given up,
When he might have captured the victor's cup,
And he learned too late when the night slipped down,

How close he was to the golden crown.
Success is failure turned inside out--
The silver tint of the clouds of doubt,
And you never can tell how close you are,
It may be near when it seems so far,
So stick to the fight when you're hardest hit--
It's when things seem worst that you must not quit.

- Author unknown

Jun 6, 2010

Teknologi Yang Semakin Menantang Kodrat Kemanusiaan

Beberapa minggu lalu saat kami sedang setting video conference call, seorang kolega sambil mengetes suara dan kesiapan alat di kedua pihak, nyeletuk kepada rekan kerja di seberang sana, di Jakarta. “Mas, ni kacang. Tolong keluar dari layar dan ambil sendiri”. Masih iseng beliau terus bertanya terutama kepada rekan-rekan yang ada di ruangan, “Coba ya, tiba-tiba tangannnya dia keluar dari layar monitor, dan tiba-tiba ambil kacang yang kita tawarkan, he,he,he…!”. Disahuti oleh tertawaan rekan-rekan lain.

Hari itu, mood saya lagi bagus, sehingga masih punya semangat menimpali. “Mungkin saja mas, suatu saat nanti hal itu bisa terjadi." Sama halnya, kalau kita tanya nenek kita, apa pernah waktu itu beliau membayangkan bahwa sekarang kita bisa berhadapan muka satu sama lain dari tempat yang berjauhan seperti ini, ngobrol, diskusi bahkan kadang-kadang marahan?. Apa pernah beliau-beliau membayangkan bahwa cara kita berkirim surat tidak lagi melalui pos, tapi melalui e-mail atau handphone, yang hanya dengan sekali klik, dan dalam sepersekian menit atau bahkan detik sudah sampai ditujuan. TIDAK PERNAH.

Jangan-jangan, saat itu membayangkanpun beliau-beliau akan kesulitan. Saking susahnya membayangkan hal-hal yang bersifat modern seperti saat ini, bahkan menurut cerita, seorang kiyai terkenal, disebuah kota kecil, sampai akhir hayatnya tidak pernah percaya kalau manusia pernah menginjakkan kakinya di bulan…. “Ah itu boong-boongan”, kata beliau dengan enteng.

Membayangkan jaman dulu saat sekolah, menulis surat dengan ditulis tangan halus. Lama kemudian diketik baik memakai mesin ketik atau program WS computer yang mana pada saat itu, hal tersebut adalah sebuah kemewahan.

Dibeberapa kesempatan saat ini, saat sedang membuat memo dan sering di koreksi saat routing, sesekali saya membayangkan “ Gimana ya jaman dulu, kalau sedikit-sedikit draftnya dicorat-coret seperti ini!”. Ngetik ulangnya ya jelas dari awal....
Ya, memang kecepatan perkembangan teknologi sungguh tak terbayangkan.

Contoh lain tentang teknologi yang “terlalu” cepat berkembang adalah telepon. Sepertinya belum terlalu lama ketika kita bersyukur sekali saat ada wartel yang isinya deretan telepon koin, kemudian disusul dengan telepon kartu. Tiba-tiba sekarang, telepon berubah menjadi barang yang paling intim dengan manusia. Karena hampir setiap hari dia nempel dengan kita.

Dari segi fisik, susah jika saat itu membayangkan bahwa handphone saat ini hanya segenggaman tangan. Belum dari segi kualitas, dimana saat ini tidak perlu lagi tombol dan stylus, karena tinggal kita usapkan jari, maka handphone akan beroperasi.

Kondisi ini membuat beberapa orang mulai mengkawatirkan perkembangan teknologi yang seakan-akan terlalu laju dibanding kodrat dasar manusia. Ambil contoh jejaring social, semisal facebook, twitter, messenger, dan lainnya. Dari segi social ada yang mengkawatirkan, karena teori standar yang menyatakan bahwa manusia perlu bersosialisai (secara fisik), mulai memudar. Orang mulai nyaman bersosialisasi lewat dunia yang tidak nyata; dunia maya. Kita cukup puas ngobrol dengan memakai computer. Kita semakin jauh dengan tetangga, dimana dulu mereka dijuluki sebagai “saudara terdekat” selain “saudara kandung” yang jauh dimata.

Pertanyaannya adalah “Siapkah manusia menghadapi tantangan yang mungkin akan mengikis “kemanusiaan” mereka?”
“Siapkah kita menerima jika suatu saat nanti untuk mengambil kacang yang sedang disajikan di kantor Bontang, rekan saya di kantor Jakarta hanya cukup menjulurkan tangannya lewat layar televisi Conference Call?”

Atau mungkinkah cerita Plato tentang benua Atlantis yang tenggelam karena rusak oleh kecanggihannya sendiri akan kembali mengambil bentuknya saat ini?
Ternyata kecanggihan teknologi selain menggembirakan, juga cukup mendebarkan !!!

Assess yourself!


Dulu, waktu masih menghandle kelas pekerja, saya sering bertanya kepada Bapak-Ibu, apa yang dilihat dari gambar diatas? Bagaimana menurut anda?

GO GREEN

May 29, 2010

Amazing Facts You Never Knew About Yourself

Medical term for belly button is umbilicus.
Those who smoke a pack of cigarettes a day drink half a cup of tar a year.            
Humans are the only creatures capable of drawing a straight line.
On average, an individual grows over 450 miles of hair in a lifetime.
When a person smiles, 17 muscles are engaged.
Human DNA contains 80,000 genes.
Men shorter than 4.2 feet and women shorter than 3.9 feet are considered dwarfs.
White blood cells live in the human body for 2 to 4 days, while red blood cells live up to 3 to 4 months.
Every human bends her finger 25 million times in a lifetime.
Human heart is equal in size to a human fist. Average weight of an adult’s heart is approximately 0.5lbs.
Human body contains four minerals: apatite, aragonite, calcite, and christobalite.
Human brain generates more electric impulses in a day than all telephones of the world combined.
The loss of vision caused by exposure to bright light is called snow blindness.
Total weight of bacteria living in the human body is 4.4lbs.
Human brain produces 100,000 chemical reactions per second.
Babies are born without kneecaps, which form only at the age of 2 to 6.
The area of human lungs’ surface is equal to that of a tennis court.

At birth, a baby’s brain contains 14 billion cells, and this number does not increase till death. On the contrary, after the age of 25 it decreases by 100,000 cells per day. Reading a page of text in a minute kills approximately 70 cells. After the age of 40, the brain degradation is accelerated, and after 50, neurons shrink and brain volume reduces.
The human small intestines are 8.5 feet long during life. After death, when the muscles of the bowel walls relax, it may reach over 19 feet.
An average human has approximately 2 million of perspiratory glands. An average adult person loses 540 calories with a liter of sweat. Men perspire 40% more than women.
The right lung holds more air than the left one.
An adult person makes approximately 23,000 breaths a day.
In a lifetime, the female body produces 7 million egg cells.
The human eye is capable of differentiating 10,000,000 hues.
There are approximately 40,000 bacteria in the human mouth.
It is impossible to sneeze with your eyes open.
The human spine contains 33 to 34 spinal bones.
Women blink twice as often as men.
The smallest cells in the male body are sperm cells.
The strongest muscle in the human body is the tongue.
There are approximately 2,000 taste buds in the human body.  
Babies are born with approximately 300 bones, and adults have only 206 bones.
Human body contains enough fat to produce seven pieces of soap.
Nerve impulses in the human body travel with the speed of approximately 90 meters a second.
42. 36 800 000 – a number of heartbeats a person experiences in a year.
Men suffer from color blindness 10 times more often than women.
Nearly half of all human bones are located in wrists and feet.
When in doubt, medieval doctors diagnosed patients with syphilis.
People with blue eyes are more sensitive to pain than others.
Fingernails grow 4 times faster than toenails.
A person changes her skin approximately 1,000 times in a lifetime.
There are over 100 viruses causing running nose.
There are nearly 46 miles of nerves in an adult’s body.

Source: http://english.pravda.ru

May 16, 2010

a Lady behind a Lucky Man

Tidak ingin direcoki oleh protokoler, seorang pejabat tinggi keluar dengan sembunyi-sembunyi hanya dengan disopiri istrinya. Setelah puas keliling sebagian wilayah yang selama ini dipimpinnya, mereka memutuskan untuk pulang. Sebelum masuk ke area perumahan, sang istri pejabat ingat untuk mengisi bahan bakar mobilnya.

Masuk ke pompa bensin, sang istri turun dan mulai membuka percakapan dengan petugas pompa. Dari spion mobil, terlihat oleh sang pejabat, betapa istrinya sangat akrab dengan petugas pompa bensin. Mereka bercakap-cakap dengan rileks menunjukkan bahwa mereka telah kenal lama.


Setelah bbm penuh dan istri kembali naik mobil dan mulai menjalankan kendaraan, dengan sedikit nada curiga pak pejabat menanyakan perihal petugas pompa bensin kepada istrinya.

"Oh, itu Ahmad.... mantan pacar gue waktu SMA. Dia ternyata tinggalnya deket-deket sini mas!", jawab sang istri enteng.

Dengan masih agak kesel, suami; sang pejabat, dengan tanpa beban menimpali, "Lha untung saja lho kawin sama gue. Kalau jadian sama dia, kan lu jadi istrinya tukang pompa bensin". Katanya mantap, puas dengan statemennya.

Namun tanpa disangka, sang istri menjawab celetukan suaminya, sambil tersenyum," Atau kebalikannya mas. Kalau aku jadian sama dia, mungkin dia sekarang yang jadi pejabat dan mas yang jadi petugas pompa bensin!!!!!!!".

Feb 19, 2010

Why Bees Don't Care What Humans Think




According to aerodynamical rules, a bee cannot fly.

However, the bees keep on flying, because they don't care what humans think is impossible.

Feb 4, 2010

KEPERCAYAAN

Jika ingin mengetahui pentingnya sebuah kepercayaan, salah satunya bisa dengan cara menonton sebuah film berjudul "Eagle Eye". Dan pagi tadi setelah sholat subuh, HBO memutar film tersebut. Meski kali kedua, namun tak bosan-bosan rasanya melihat adegan-demi adegan, yang dilengkapi dengan efek canggih.

Film dibuka dengan diidentifikasinya sebuah iring-iringan mobil di sebuah negara yang sedang bergolak . Oleh pasukan Negara Adidaya yang menggunakan tekhnologi canggih, yang dikenal dengan Proyek Eagle Eye, iring-iringan tersebut bisa dimonitor dan berusaha untuk diidentifikasi sebagai buronan teroris.

Meski tidak direkomendasikan oleh Eagle Eye untuk diserang, karena kemungkinan kecocokan ybs dengan teroris yang diburu hanya 51%, dan diperkuat oleh Defense Secretary agar misi dibatalkan, namun Presiden Negara Adidaya tersebut tetap memutuskan untuk merudal iring-iringan tersebut yang ternyata sedang memakamkan seseorang. Layar seketika gelap dan scene berpindah ke sebuah kota besar.

Film dilanjutkan dengan proses menyatukan dua pemeran utama, yang pada akhirnya dimanfaatkan oleh sang Eagle Eye, untuk membayar ketidakpercayaan pejabat pemerintah, sekaligus penciptanya, kepadanya. Dengan cara mengaktifkan operasi guletin, untuk mengeliminasi tokoh penting pemerintahan, mulai dari Presiden sampai pihak-pihak terkait lainnya. Dan tokoh-tokoh baik mulai berjatuhan.

Eagle Eye adalah sebuah super computer yang dioperasikan oleh Angkatan Udara. Kecanggihannya mampu merangkai semua fakta-fakta sehingga bisa dijadikan bahan yang sempurna untuk memberi rekomendasi. Dia mampu menghack semua perangkat yang terhubung secara elektronik. Jaringan telpon, kamera CCTV yang ada di titik2 tertentu, mengatur lampu lalu lintas, mengontrol jaringan listrik, mengendalikan alat-alat berat, memonitor gerak bibir dan menerjemahkannya, mengendalikan kereta bawah tanah, pesawat militer, mobil, bahkan mengendalikan pikiran sang target.

Pertanyaanya adalah: “Lantas mengapa akhirnya Eagle Eye menjadi senjata makan tuan bagi penciptanya yaitu Pemerintah Adidaya tersebut?” Jawabannya sungguh di luar dugaan!! Karena KETIDAKPERCAYAAN!!!


Ingat narasi saya diawal film?  Saat Eagle Eye merekomendasikan kepada pengambil keputusan untuk tidak menyerang, karena kecocokan target hanya 51%, rekomendasi tersebut tidak diikuti oleh Pemerintah, sehingga jatuh korban sipil. Dan komputer menerjemahkan hal tersebut sebagai sebuah pelanggaran kemanusiaan yang menurut program buatan di "otak"nya, hal tersebut dikategorikan sebagai sebuah kejahatan dan harus diberi balasan.

++++++++++++++++++++++

Melihat film tersebut, melayangkan pikiran saya ke beberapa peristiwa-peristiwa sesungguhnya yang pernah saya alami, khususnya yang terkait dengan Kepercayaan.

Intinya, pada saat kita tidak dipercaya atas kompetensi atau expertise atau atas tanggung jawab yang diberikan, maka pada tataran tertentu hal tersebut lebih menyakitkan daripada sebuah hukuman yang serius sekalipun…….

Dec 29, 2009

People Development

Tinggal di kompleks perumahan di sebuah objek vital nasional mempunyai banyak keunikan. Contoh sederhana, saat dulu di Malang atau Yogya, jika tengah malam perut terasa lapar, tinggal tunggu depan kos-kosan, maka para penjual tahu tek, nasi goreng dan lainnya tak lama pasti berdatangan. Berbeda halnya dengan kami, jika kangen dengan para penjual keliling maka harus rela keluar pagar, baru bisa ketemu mereka.

Perbedaan lainnya adalah tidak adanya transportasi umum yang boleh beroperasi didalam kompleks. Satu sisi memang lalu lintas cenderung aman, namun menjadi siksaan bagi keluarga yang tidak bisa nyetir sendiri. Salah satunya istri saya.

Meski kantor nggak terlalu jauh dengan rumah, namun lama-lama terasa nggak lucu jika tiap kali istri atau anak perlu, kita harus pulang, entah itu ke rumah sakit, sekolah atau acara lain. Satu-satunya cara yang paling praktis adalah mengajari salah satu anggota keluarga, khususnya istri untuk bisa setir mobil. Sekitar empat tahun lalu, akhirnya dengan berat hati mulai saya ajari istri untuk bisa nyetir mobil sendiri.

Ternyata, ngajari nyetir istri tidak sesimple kelihatannya. Entah mengapa, perasaan ingin uring-uringan saja, kalau sudah masuk ke mobil. Yang gasnya kurang kencang, tapi dilain waktu kurang ditancap. Yang masukin gigi kasar sampai protes karena bunyi mesin yang nggereng. Lain kesempatan uring-uringan lagi karena perasaan terlalu lambat. Lain kali uring-uringan karena hampir nyerempet orang. Sampai parkir yang nggak lurus. Yang paling seru kalau perasaan cat mobil beret. Dan lain sebagainya, yang kalau dalam kondisi normal tidak masalah, namun saat ngajari nyetir istri menjadi bahan uring-uringan.

Kondisi ini tentunya tak sehat bagi kami. Bisa-bisa bertengkar gara-gara selalu uring-uringan dengan istri. Akhirnya, saya menyerah. Saya ajak istri saya belajar nyetir ke Lembaga Belajar Mengemudi.Dengan kata lain saya angkat tangan. Biar orang lain yang ngajari dan menanggung semua ketidaknyamanan ini.

Kasus susahnya ngajari istri menyopir ternyata bukan hanya saya yang mengalami. Kalau ada survey tentang suami yang ngajari isterinya nyopir, mungkin kebanyakan akan ditemukan fakta bahwa mereka semua uring-uringan. (Kenapa ya?)

Inti dari semua diatas bahwa mengajari orang lain, bahkan isteri sendiri, agar pinter dan terampil ternyata tidak semudah bayangan kita. Dalam kasus diatas, ada aspek ketidaknyamanan, waktu, biaya, kekawatiran, potensi loss asset, dan ketidaknyamanan lainnya.

============================



Di dunia kerja; hampir sama dengan cerita saya ngajari nyetir istri, people development adalah salah satu hal sulit, yang sayangnya harus dilakukan. Tidak usah kita bicarakan dalam skala organisasi, tapi di unit kita sendiri, dimana sehari-hari kita bekerja.

Tanggung jawab mendevelop orang lain adalah suatu yang membutuhkan energi ekstra, kadang berpotensi loss, perlu biaya, perlu waktu, mengusik kenyamanan, dan tentunya menuntut pengorbanan. Tak jarang agar lebih maksimal dan tidak “uring-uringan”, perusahaan ambil simplenya, mengirim dan mempercayakan tugas mengajari orang-orangnya ke lembaga pelatihan, seperti yang saya lakukan kepada istri saya.

Namun apapun rintangannya, mendevelop orang adalah keharusan, karena hanya dengan hal itu organisasi akan jalan.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Saat ini istri saya sudah bisa mengendara mobil sendiri. Sehingga saat jam kerja tidak pernah lagi telpon saya untuk jemput anak yang ketinggalan bis sekolah, ke rumah sakit dan keperluan lain.

Dalam prosesnya, sampai menguasai mobil, tentu tidak sesimple itu. Dia pernah trauma nyopir karena nabrak pembatas jalan sehingga lampu sign pecah. Tapi yang jelas dengan bisanya salah satu anggota keluarga nyopir, saya juga ikut terbantu.

Yang pasti mendevelop orang memang butuh proses, melewati ketidaknyamanan, mengeluarkan biaya, memberi resiko, dan kadang "uring-uringan" untuk mengajari mereka agar bisa terampil dalam sesuatu hal. Namun seperti cerita yang saya alami diatas, saya pikir semua hal yang kita keluarkan tersebut sepadan. Mengamati dikehidupan dunia kerja, bahkan saya berani menyimpulkan bahwa, hanya mereka yang mempunyai karakter kuat sebagai seorang pemimpin lah yang berani mengambil resiko-resiko tersebut dalam mendevelop orang lain. Dan berdasarkan pengamatan saya, hampir semua mereka yang berani dan sukses mendevelop orang lain, adalah orang-orang yang berhasil baik dalam karir maupun hidup.

Ya paling tidak akhirnya saya sendiri yang terbantu dan bisa duduk di kursi penumpang, sambil ngantuk-ngantuk!!!, disopiri istri....