Mar 28, 2009

*(Jatuh) Cinta

*Mengenang saat-saat 13 tahun lalu, sekitar bulan ini
Saat ketemu sang calon yg sekarang menjadi Istri
Ditulis untuk http://busori.blogspot.com
Dikutip dari Ibn Hazm Al-Andalusi
====================================

Selain keindahanmu, tiada persinggahan
Bagi mata yang menatapmu tiada hentinya
Kau serupa pelbagai pengakuan
Tentang indahnya intan permata


Kupendarkan tatapan mataku
Mengikuti tatapan matamu
Kuikuti dirimu selalu
Laiknya manis mengikuti madu

Derita cintaku kepadamu, duhai pujaan!
Anugerah yang ’kan kunikmati selalu
Berpaling darimu, jangan harap ’kan kulakukan
Walau sekejap dari sang waktu

Kalau orang menasihatiku
Palingkan dirimu dari cintaku
Tidak, tidak, dan tidak
Kujawab ia dengan nada menggelegar.

Mar 8, 2009

Antilibrary

@ http://busori.blogspot.com

Rekan atau tamu yang datang ke rumah dan menyempatkan diri ke ruang keluarga, kebanyakan memberi komentar yang hampir seragam, saat beliau-beliau melihat rak buku yang penuh dengan berbagai buku. Kalau dikumpul-kumpul tak kurang sekitar 2.000 judul ada didalamnya, belum termasuk CD, VCD, DVD dan Kaset, baik yang keluaran terbaru maupun kenangan lama. Dan sekarang bahkan buku-buku mulai terlihat berjubel, karena rak yang semakin penuh dan ruang keluarga yang tidak memungkinkan untuk ditambahi rak baru. Sehingga lebih menarik minat beliau-beliau yang berkunjung untuk lebih berkomentar.

Komentar detailnya beragam, namun komentar umum dan yang sering susah menjawabnya adalah, “Wow mas, bukunya banyak sekali! Apa semua sudah di baca?”. Susah menjawabnya karena, terus terang, banyak diantara buku-buku tersebut yang memang belum terbaca! Dan anehnya, menurut saya, memang buku-buku tersebut bukan/tidak harus dibaca seluruhnya.

Lantas untuk apa? Apa nggak mubadzir, dan buang-buang uang?

Tidak!!
Karena selain buku-buku tersebut bermanfaat untuk bahan bacaan (..... kadang teman tertarik baca sehingga dipinjamkan juga...... tapi dengan catatan harus balik lho ya ), ternyata mempunyai manfaat lain yang tidak kalah pentingnya. Sebagai referensi! Ada kalanya disaat-saat tertentu kita butuh sekali referensi sebagai data pendukung untuk pekerjaan, pengetahuan umum dan lain-lain. Dan sungguh menggemeskan, di saat kita perlu data, ternyata referensi tidak ada. Untungnya sekarang, internet yang super mudah diakses sangat membantu untuk menjadi referensi, meski ada bagian buku yang tetap tak tergantikan oleh internet.

Selain fungsinya sebagai referensi sehingga tidak harus dibaca seluruhnya, memang saya sengaja meninggalkan beberapa buku tak terbaca habis atau bahkan masih berada dalam plastiknya, karena suatu feeling yang tak logis. Perasaan, jika di rak buku sudah tidak ada buku yang belum dibaca, kok malah nggak enak, nggak ada yang baru dan hampa. Nah kalau ada buku yang masih berada dalam plastiknya, seakan-akan ada ”harapan” setiap kali melihat rak buku. Bahkan terkadang kalau nggak ada stock buku baru, sengaja saya sisakan buku tersebut tak terbuka.... sampai ada buku baru yang datang. Aneh kan???
-------

Jawaban saya terhadap komen teman-teman dan feeling saya yang tak logis terhadap perlunya buku baru berplastik di rak buku, seperti yang saya ceritakan diatas ternyata menemukan referensinya, saat kemarin saya sempatkan membaca sebuah buku best seller ”The Black Swan”.

Jawaban saya yang terkesan pendapat pribadi di atas, dan feeling tak logis saya yang terkesan dibuat-buat atas perlunya buku yang belum terbaca di rak buku, ternyata berdasar ilmiah (di kaji dalam satu bagian pendek buku The Black Swan) dan dipraktikkan juga oleh penulis ternama (saya sih bukan penulis ternama, tapi pembaca yang nggak terpola....:)

Umberto Uco (seorang penulis terkenal dengan koleksi buku di perpustakaan pribadinya sebanyak 30 ribu judul), ternyata menggolongkan pengunjung perpustakaan pribadinya menjadi 2 yaitu yang memberi komen, ”Wow! Signore professore dottore Eco, hebat perpustakaan yang Anda miliki! Berapa banyak di antara buku ini yang telah anda baca?”, sebagai golongan pertama.

Dan sebuah kelompok lain----sedikit sekali----- yang paham bahwa perpustakaan pribadi bukan pelengkap untuk menaikkan gengsi pemiliknya, melainkan alat untuk penelitian. BUKU-BUKU YANG TELAH TERBACA MEMILIKI NILAI JAUH LEBIH RENDAH DARIPADA BUKU-BUKU YANG BELUM TERBACA.

Lebih lanjut The Black Swan mengulas bahwa perpustakaan harus berisi sebanyak mungkin hal-hal yang tidak anda ketahui, sama seperti informasi keuangan, yang tidak harus Anda kuasai seluruhnya tetapi dapat anda ketahui/dapatkan ketika diperlukan.

Kita akan menghimpun pengetahuan dan buku lebih banyak sejalan dengan pertambahan usia. Sejalan dengan berjalannya hidup kita, harusnya makin banyak buku di rak yang belum terbaca. Kumpulan buku yang belum terbaca inilah yang disebut dengan antilibrary.

Sayangnya selama ini kita lebih berfokus pada buku-buku yang sudah kita baca, yang nota bene, masih sangat sedikit. Padahal diluar sana, masih lebih banyak lagi buku-buku yang belum tuntas terbaca, bahkan tersentuh pun belum...!!!!!!!

Hampir sama dengan di kehidupan kita. Kita terlalu sering berfokus pada apa yang sudah kita ketahui, yang nota bene masih sangat sedikit. Padahal diluar sana, masih banyak dan mungkin tak terhingga, hal-hal yang belum kita ketahui... Di luar sana masih banyak hal-hal baru yang belum kita ”baca”!!!!!!!

Feb 23, 2009

Portable Applications (klik untuk redirect ke download)

@ http://busori.blogspot.com

Sudah sekitar 2 minggu saya nggak puas banget dengan performance komputer di kantor. Nggak tahu, apa proteksinya terlalu tebel atau memang lagi rewel, sehingga setiap kali mau instal aplikasi, selalu gagal....

Beberapa hari belakangan yang bikin nambah kegemesan saya adalah saat perlu sekali buka file dengan Winrar namun nggak kebuka-buka.(Note: Winrar adalah aplikasi semacam WinZip untuk kompress data sehingga ukuran file menjadi lebih kecil. Untuk membukanya harus di Unrar dengan program WINRAR). Berkali-kali download Winrar, namun selalu gagal untuk diinstal. Bunyinya aneh-aneh! Kadang "..... cannot be installed completely..." atau yang lain-lain.

Agar kerja terus berjalan, terpaksa beberapa kali kirim file RAR ke Datuk Amri, dan minta tolong dikirim balik setelah di unRar, by email. Gemes.......!

Perasaan sih sudah minta tolong ke IT....., tapi lupa-lupa ingat apa sudah diperbaiki ya...... ?????

Hingga kemarin, hari Minggu saat mengantar si kecil belanja komik di toko buku, tanpa sengaja, terlihat satu buku dengan judul (kalau nggak salah) "Portable Applications".

Di cover belakang buku, sedikit ada gambaran bahwa buku tersebut mengulas aplikasi-aplikasi portabel yang bisa di download di website. Karena penasaran, segera saya pulang, connect ke internet dan Alhamdulillah akhirnya menemukan salah satu solusi atas masalah komputer yang beberapa pekan ini selalu menggangu....... , paling tidak untuk saat ini. Ternyata jawabannya simple... PORTABLE APPLICATION..(tentunya kalau tanya orang IT jawabannya nggak hanya satu...:))

Portable application adalah aplikasi open source yang kompatibel dengan sistim operasi utama semisal windows atau mac, atau yg lain. Istimewanya aplikasi ini adalah: tempat instalasinya. Kalau biasanya kita install sebuah program di komputer rumah/kantor atau laptop, lain halnya dengan aplikasi portable ini. Kita nggak perlu install aplikasi portabel di dalam komputer itu sendiri, tapi bisa ditempat lain diluar komputer.

Ya...Anda bisa install di flash disk, atau portable harddisk, atau media portable lainnya. Jadi anda bisa membawa aplikasi yang siap pakai kemanapun anda berada.

=========
Setelah buka website Portable Apps, betapa beruntungnya saya karena menemukan, di website tersebut, sebuah aplikasi portabel dengan nama 7zip. Aplikasi yg bisa digunakan untuk buka file ZIP dan RAR, termasuk CAB (Rar versi mobile phone). Langsung pikiran saya terbayang dengan komputer kantor yang sudah beberapa hari bikin gemes.

Dengan penuh semangat segera saya download habis-habisan aplikasi tsb. Setelah Download Manager menyatakan bahwa file aplikasi sudah terdownload 100%, aplikasi segera saya instal ke Flash Disk melalui komputer (jangkrik) di rumah.

Dan hasilnya, tadi pagi, aplikasi 7zip yang sudah terinstal di flash disk betul-betul bisa saya pakai buka file Rar di Komputer kantor....Tanpa instal di komputer kantor!!!! Aha... leganya....

=============================

Portable Applications adalah salah satu pengembangan software yang betul-betul memanjakan pengguna PC. Kedepan, anda tidak perlu lagi mengisi komputer dengan banyak program, tapi cukup menyediakan portable disk dengan kapasitas besar. Yang penting juga, kebanyakan portable application ini gratisan dengan kualitas yang tidak kalah dengan aplikasi berbayar.


Anda tertarik mencoba? Berikut beberapa daftar aplikasi portabel yang bisa di download gratis di website. (Klik judul diatas untuk download).

Accessibility
Firefox Accessibility Extension , On-Screen Keyboard Portable, on-screen keyboard Virtual Magnifying Glass Portable.

Development
Notepad++ Portable , Nvu Portable & KompoZer Portable

Education
Portable space simulator, Stellarium Portable - portable planetarium

Games
DOSBox Portable,Frets on Fire Portable , style game Jooleem Portable, LBreakout2Portable , Mines-Perfect Portable, PokerTH Portable, Sudoku Portable.

Graphics & Pictures
Cornice Portable, GIMP Portable - Photo and Image Editor

Internet
aMSN Portable, DownThemAll! Extension (for Firefox), FileZilla Portable, FireFTP Extension (for Firefox), Miranda IM Portable, Mozilla Firefox, Portable Edition, Mozilla Thunderbird, Portable Edition , Nvu Portable & KompoZer Portable, Pidgin Portable, PuTTY Portable, Sage Extension (for Firefox), WinSCP Portable , WinWGet Portable.

Music & Video
Audacity Portable, BonkEnc Portable - extract, CoolPlayer+ Portable,DVDStyler Portable, MPlayer Portable, VirtualDub Portable, VLC Media Player Portable,

Office
AbiWord Portable, GnuCash Portable, Lightning Extension (for Thunderbird), Mozilla Sunbird, Portable Edition, Mozilla Thunderbird, Portable Edition (Address Book), OpenOffice.org Portable, PDFTK Builder Portable, PNotes Portable, Crunch Portable, Sumatra PDF Portable, Task Coach Portable, Operating SystemsMac-on-Stick.

Utilities
7-Zip Portable, ClamWin Portable, Command Prompt Portable, ConvertAll Portable,, Eraser Portable,InfraRecorder Portable, JkDefrag Portable, KeePass Password Safe Portable, Lightscreen Portable, PeaZip Portable, PortableApps.com, AppCompactor, PortableApps.com Backup, PortableApps.com Menu, Toucan, WinDirStat Portable, winMd5Sum Portable, WinMerge Portable, Xenon File Manager Portable.
+++++++++++

Penasaran? Silahkan download dan Selamat mencoba!!!!

Feb 14, 2009

NILAI

Written for http://busori.blogspot.com


It’s not hard to make decisions when you know what your values are
Roy Disney, American Film Writer, Producer, Nephew of Walt Disney


Tak banyak yang terkenang dari masa-masa SMA, karena saya termasuk siswa yang biasa-biasa saja. Kecuali, beberapa hal yang memang betul-betul terkait erat dengan pengalaman pribadi atau yang turut mewarnai cerita hidup dikemudian hari. Salah satu kenangan yang tak bisa hilang adalah tentang seorang guru Agama Islam, pak Suharjo Alm (mudah-mudahan Allah senantiasa mencurahkan Rahmat Nya kepada beliau).

Sebagai guru Agama Islam, beliau tidak banyak berbeda dengan guru-guru agama Islam saya sebelumnya. Kecuali satu hal yang tidak pernah saya temui dari guru-guru lain, bahkan sampai saat ini, yaitu pemahaman beliau tentang pentingnya Sholat Malam atau Sholat Tahajjud dan Witir dan caranya mendorong dan “memaksa” para murid untuk mengerjakan Sholat Tahajjud + Witir.

Saya kurang ingat entah tepatnya kelas berapa diajar oleh beliau, kalau nggak kelas 2 ya 3. Namun yang pasti, disetiap pelajaran agama nya, beliau tidak akan pernah lupa mengabsen murid-murid nya, kadang diawal jam pelajaran atau diakhir jam pelajaran, sekaligus mencatat jumlah sholat tahajjud + witir yang semalam dikerjakan. Minimal roka’at yang direkomendasikan adalah 3 roka’at (2 roka’at tahajjud dan 1 roka’at witir). Yang paling bagus adalah 11 roka’at (4+4 roka’at Tahajjud dan 3 Witir).

Untuk mengetahui apakah muridnya semalam mengerjakan sholat malam, anehnya beliau cukup mengabsen muridnya dengan diembel-embeli kata-kata “Jangan Bohong Ya!” dll. Dan yang mengagumkan, beliau percaya seratus persen thd jumlah roka’at yang dilaporkan melalui ucapan sang murid. Jika misalnya saya bilang, tadi malam sholat 3 roka’at, maka langsung ditulis di buku absent/nilai. Yang lucu manakala, kata-kata “blas” sering terdengar sebagai “sebelas”, sehingga mungkin tercatat sebagai sebelas roka’at.

Saya termasuk yang rutin 3 roka’at dan yang mengagumkan nilai agama saya mendapat 9. Di atas semua itu, saya mendapat sebuah pelajaran berharga tentang KEPERCAYAAN. Tentang “nilai”, yang hanya merupakan sebuah “alat”, untuk mencapai tujuan pendidikan yang sesungguhnya. Bukan nilai sebagai tujuan utama dalam proses belajar di SMA.-----

Setelah lulus SMA saya melanjutkan kuliah ke Malang, sebuah kota yang di saat-saat awal saya masuk masih berhawa dingin sejuk. Masih ingat saat OPSPEK (Ploncoan) sekitar bulan Agustus, suhu udara Malang masih sangat dingin menggigit, sehingga sampai kulit pun berganti “mlungsungi”.


Saat kuliah banyak sekali kenangan indah yang tercatat, mulai dari bisa menghasilkan uang sendiri, dapat beasiswa TID (tunjangan ikatan dinas), jadi ketua HMJ, ketua SEMA Fakultas, aktifis PMII, HMJ (jurnalis) sampai ikut-ikutan acara demo era 94-an. (upss sorry, termasuk kenal sama mantan pacar yang sampai sekarang selalu mendampingi kemanapun saya berpindah-pindah), dan lain-lain.

Seperti saat SMA, ada satu pengalaman terkait dengan nilai yang sampai saat ini terkenang. Phonology adalah mata kuliah wajib dan kelas pertama yang harus dipelajari dengan serius. SKS-SKS sebelumnya banyak mengandalkan kemampuan diskusi, speaking, listening, reading, writing yang nota bene adalah pelajaran-pelajaran yang sesuai dengan hobi dan bawaan serta tidak perlu devoted time untuk belajar teori dan lain-lain, sehingga mulus lulus terus.

Ingatan saya terbawa ke sebuah sesi di saat pak Dosen, karena kesulitan menemukan sebuah kelompok yang mau membahas sebuah topik diskusi, lantas mendeclare sebuah komitmen, “Tim yang mau mengerjakan tugas ini, dijamin lulus mata kuliah Phonology”. Tim saya adalah yang bersedia mengerjakan. Lupa-lupa ingat, yang jelas, untuk mengerjakan tugas tersebut kami harus konsultasi beberapa kali.

Kondisi ekonomi yang kurang mendukung untuk hanya fokus ke kuliah saja, memaksa saya harus kerja, sehingga sering mengurangi waktu belajar. Ditambah dengan adanya jaminan pak Dosen bahwa pengerja tugas akan otomatis lulus, membuat saya terlalu capek untuk serius belajar saat final test. Dan hasilnya, tanpa terduga saya mendapat nilai “D”. ….:(

Sebuah pengalaman pertama tidak lulus mata kuliah ini sempat membuat saya duduk termangu di emperan perpustakaan sekitar setengah hari, hanya melongo, ditemani pikiran kosong yang dipenuhi ketakutan-ketakutan akan masa depan.

Sebuah pelajaran baru saya petik. Bahwa pengingkaran atas komitmen, sering tanpa disadari sungguh menyakiti seseorang. Dari situ saya belajar agar berhati-hati dalam membuat janji, komitmen dan sejenisnya. Dari situ saya belajar bahwa sebuah komitmen memiliki banyak implikasi, butuh pengorbanan, butuh kekuatan dalam melaksanakannya. Entah bagaimana muasalnya, dari situ saya mulai belajar untuk tidak terlalu mengagungkan sebuah nilai. Beberapa waktu berkesempatan mengajar, saya selalu menjadi salah satu pendidik yang berusaha untuk tidak mensakralkan sebuah nilai.

=============

Setelah lulus kuliah, saya termasuk lulusan yang beruntung. Saya langsung nikah, dapat pekerjaan meski tidak terlalu settled dan masih sempat menemukan banyak ”guru” kehidupan.

Di pekerjaan, ternyata saya masih harus bergaul dengan ”nilai” seperti halnya di SMA dan Perguruan Tinggi. Di pekerjaan, saya masih harus dinilai setiap tahunnya antara lain untuk melihat kinerja dan besarnya bonus individu tahunan. Dengan implikasi yang kelihatannya semakin kompleks. Antara lain, terkait erat dengan budget, target kinerja, KPI (Key Performance Indicator) Goal/Objectives, dan lain-lain.

Banyak hal yang saya pelajari dari nilai-menilai ini. Namun lesson learned nya hampir sama, bahwa nilai bukan sebuah tujuan utama, dia hanya sebuah alat. Alat untuk mendorong pekerja atau yang dinilai agar semakin berprestasi, semakin berkembang, semakin mature, semakin bagus dalam hal pekerjaan tekhnis dan manajerial, dan lain-lain. Di dalamnya tetap ada pelajaran tentang komitmen, keberanian, kejujuran, fairness, penghormatan kepada anak-buah.


Nilai jangan sampai malah akan menjatuhkan moral, mendemotivasi, mempermalukan, menegasikan prestasi, pengingkaran terhadap komitmen, perwujudan ketidakpercayaan, dan lain-lain. Tanpa itu semua, nilai hanya sebuah angka tanpa makna dan tanpa ruh serta tanpa nilai sama sekali.

Jan 19, 2009

Konyol, Menggusarkan Namun Ilmiah

Saya yakin anda pernah mengalami salah satu peristiwa konyol dibawah ini!

• Ketika anda perlu banget ke toilet, toiletnya terisi orang.
• Mengapa kita ingat wajahnya tapi lupa namanya?
• Mencoba memperbaiki sesuatu ternyata hanya membuat sesuatu tersebut semakin buruk.
• Begitu anda menyebut kata sex, ruangan langsung sunyi.
• Bisik-bisik rahasia terdengar lebih jelas daripada suara lantang.
• Sewaktu tangan anda diikat hidung anda terasa gatal.


• Ketika anda sedang cukur rambut, hidung anda gatal. Setelah itu punggung anda gatal!
• Waktu berlari cepat ketika anda bersenang-senang. Tapi merangkak sangat lambat ketika anda ingin lari dari sesuatu yang mengesalkan.
• Air dalam panci yang terus menerus diperhatikan tak kunjung mendidih.
• Menit terakhir pertandingan berlangsung selama satu jam.
• Papan lantai berderit nyaring ketika anda tidak ingin membuat gaduh.
• Dalam kegelapan selalu ada satu anak tangga kejutan.
• Satu kali anda salah belok anda akan terus mengulanginya.
• Orang yang tidak bisa anda lupakan adalah orang yang tidak ingin anda ingat.
• Ketika anda mencari sesuatu, anda selalu mencari ditempat yang sama.
• Kenapa orang yang anda jengkeli menjadi atasan anda.
• Benda besar, hitam jelek itu tersimpan disudut gelap lemari selama 20 tahun dan anda mendadak membutuhkannya sehari setelah anda membuangnya.
• Semua yang anda sukai adalah immoral, ilegal dan menggemukkan.
• Ketika anda berkedip terjadi gol. Ketika anda ke kamar mandi terjadi tiga gol. Ketika bola mau masuk gawang, tv tiba-tiba rusak.
• Ketika download file dari internet tinggal 1% dari 12 MB, tiba-tiba koneksi internet putus.
• Pada malam kencan yang ditunggu-tunggu, muncul satu jerawat.
• Semuanya kacau ketika orang lain menonton kita.
• Ketika anda berlibur, mereka berlibur. Ketika anda pulang telat menghindari macet, mereka juga pulang telat. Ketika anda memutuskan untuk berlibur ketempat sepi di pinggir hutan, merekapun berlibur ketempat itu.
• Pemenang lotre dan undian selalu orang lain.
• Semua benda jatuh akan menggelinding ke sudut yang sulit dijangkau.
• Lampu lalu lintas selalu menyala merah waktu anda sangat terburu-buru.
• Cermin dikamar mandi selalu beruap ketika anda akan bercermin.
• Roti panggang selalu terjatuh dengan sisi bermentega menghadap lantai.
• Dll, dsb...

Ternyata Kakek Murphy lah yang bertanggung jawab terhadap semua pertanyaan dan kondisi konyol diatas. Dengan memahami hukum Murphy, anda tidak akan dibuat jengkel, gusar dan penasaran lagi oleh kondisi-kondisi menggusarkan diatas. Karena Kakek Murphy mempunyai penjelasan yang ilmiah atas hal-hal diatas. Bagaimana penjelasannya? Aha....try me or others!

Jan 18, 2009

WE WILL NOT GO DOWN (GAZA)

A song for Gaza by Michael Heart. You may download the song in Mp3 file for free by clicking the title above. A song on humanitarian crises and cries of victims of wars, with a touching lyric and music.
_______________________________________________________
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they're dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never dieWe will not go downIn Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who's wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

Hati-Hati di Intip dari Atas

Definisi bebas "mengintip" adalah melihat secara sembunyi-sembunyi dari samping atau bawah atau celah tersembunyi.

Definisi ini kelihatannya harus segera di rubah karena mengintip, sekarang, bisa dilakukan dari atas dan terang-terangan dan lebih detail. Jadi, hati-hati!

Berikut hasil intipan saya. Supaya tidak dikira tukang intip, maka saya intip my home in Bandung and Bontang by Sat.





























Jan 8, 2009

Persahabatan Bagai Kepompong

Berikut Syair Lagu Kepompong oleh Sindentosca. Syairnya bagus sekali (paling tidak bukan tema cinta). Iramanya juga memberi semangat.
Klik Untuk Mendengar Cuplikan Lagunya (maaf sample saja karena copyrighted)


dulu kita sahabat
teman begitu hangat
mengalahkan sinar mentari
dulu kita sahabat
berteman bagai ulat
berharap jadi kupu-kupu

* kini kita melangkah berjauh-jauhan
kau jauhi diriku karna sesuatu
mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
namun itu karna ku sayang

reff: persahabatan bagai kepompong
mengubah ulat menjadi kupu-kupu
persahabatan bagai kepompong
hal yang tak mudah berubah jadi indah
persahabatan bagai kepompong
maklumi teman hadapi perbedaan
persahabatan bagai kepompong
na na na na na na na na na

semua yang berlalu
biarkanlah berlalu
seperti hangatnya mentari
siang berganti malam
sembunyikan sinarnya
hingga ia bersinar lagi

** dulu kita melangkah berjauh-jauhan
kau jauhi diriku karna sesuatu
mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
namun itu karna ku sayang

repeat reff

Jan 3, 2009

Windows Mobile 6.1 dan Symbian UIQ 3

Catatan Harian Pengguna Gadget (Kategori Non Profesional)

Bagi pemakai PDA atau smartphone atau business phone atau pcphone, istilah pada judul diatas, saya yakin, bukan suatu yang asing di telinga. Keduanya adalah operating system (OS) yang dipakai sebagai otak sekaligus prosesor telepon seluler berkategori smartphone/PDA phone, semacam Windows atau Linux atau OS lain di dunia perkomputeran. Tentunya masih ada OS lain yang dipakai oleh smartphone tertentu.

Kedua OS tersebut terkenal dipakai oleh PDA terkini, dengan ciri utama (tentunya ciri yang paling utama adalah untuk mendukung fungsi komunikasi) kemampuannya untuk mengoperasikan office program semisal Microsoft Office, Excell, Power point, PDF. Atau fungsi lain, mulai dari to do list, agenda, player, data communication (internet, GPRS, wifi,dll), GPS, YouTube, Streaming Media, dan program-program terkait personal-assistance activities lainnya.

Masing-masing merk handphone terkenal mempunyai preferensi tertentu terhadap kedua OS tersebut. Biasanya pemakaian kedua OS disebuah handphone juga menjadi icon tak terpisahkan dari merk handphone yang bersangkutan. Symbian OS misalnya, sering ditemui pada handphone Sony Ericsson dan Nokia, meski pada produk terakhirnya, kedua produsen handphone besar tersebut mulai memakai Windows Mobile. Sedangkan kebanyakan PDA phone, ambil contoh misalnya HTC, sebagian besar produk terbarunya menggunakan OS Windows Mobile.

Terus apa nya yang asyik dengan kedua OS tersebut????

Hampir sama dengan komputer atau laptop kita di rumah atau di kantor, yang bisa di tambahi software atau program baru, dimodifikasi, dihack, diupdate dan diuthek-uthek untuk memuaskan “nafsu” dan “kebutuhan” pemakainya, kita juga bisa melakukan hal yang sama terhadap PDA phone yang mengoperasikan kedua OS diatas. Hobbyist / pemakai PDA bisa mengotak-atik OS dengan menambahkan, memodifikasi/ hack, mengupdate, serta rekayasa lain.
Kabar gembiranya, software, utilities, themes, ringtones, wallpaper dan program tambahan lainnya tersedia banyak di dunia maya. Kita tinggal mencari sesuai keperluan, download, install dan pakai. Tentunya ada yang shareware (beli) tapi tidak sedikit yang masuk dalam kategori freeware (gratisan). Program-program gratis tersebut betul-betul dibuat untuk melengkapi dan bahkan terkadang menutupi kelemahan sebuah PDA.
Di kasus ini, anda akan membuktikan kebenaran pepatah yang berbunyi “Need is the Mother of Invention”. Kita bisa mendapatkan berbagai fungsi dan program freeware, mulai dari Converter, Kalkulator Scientific, Call Barring, SMS Filter, Kamus Lengkap, Travel Mate, Senter, Game, Sensor Gerak, Penghitung Gravitasi, Alarm, Pengingat Waktu Sholat, Alqur’an dan terjemahan, hadits, GPS, Kompas, Ebook, Referensi, bahkan yang nyrempet-nyrempet badan sensor berkategori hot hot hottttt… Jelasnya banyak fungsi-fungsi lain yang agak sulit untuk disebutkan satu persatu.

Kebetulan di rumah ada dua PDA yang memakai OS berbeda yaitu Symbian platform UIQ 3 dan WM Prof. 6.1. Kedua PDA tersebut membuat hari-hari libur tanggal merah yang akhir-akhir ini bertebaran di kalender kita, saya penuhi dengan kegiatan otak-atik PDA.

HTC touch diamond yang memakai Windows Mobile Prof. 6.1 dan SE M600i yang memakai Symbian UIQ 3, seakan-akan menjadi bahan percobaan yang tidak henti-hentinya. Install jika suka, uninstall jika sudah bosen atau tidak sesuai dengan keinginan. Harus diperhatikan juga memory PDA, karena kalau terlalu banyak program tambahan yang terpasang, berakibat pada kinerja handphone yang tidak maksimal.
Kadang kegiatan ini beresiko sih, sama halnya dengan yang terjadi pada komputer. Tapi Hard Reset (istilah mengembalikan setting PDA seperti aslinya dengan resiko kehilangan data-data, mungkin karena crash dll) sekali dulu ternyata tidak membuat kapok. Terakhir, kedua PDA terpaksa saya Hard Reset kembali ke default pabrikan karena hang dan problem akibat terlalu bernafsu memasang berbagai program tambahan. Salah satu akibatnya, mohon maaf jika no. telepon rekan-rekan ada yang hilang, mungkin karena imbas dari Hard Reset tersebut.

Namun secara keseluruhan, kegiatan otak-atik, termasuk berburu program freeware untuk PDA ini, asyik deh….

Untuk info, di HTC diamond yang super tipis di rumah, sudah terpasang program tambahan antara lain; Kamus Lengkap Inggris-Inggris dan Synonim, Senter (Siapa tahu perlu turun ke hutan malam-malam), Gravity Sensor untuk membolak-mbalik tampilan, GoogleMaps dan DoNot Disturb. Termasuk Wallpaper SE X1 Xperia (gara-gara nggak kesampaian beli Xperia, jadi menikmati wallpapernya pun jadilah)

Sedangkan SE M600i di rumah juga sudah terpasang program tambahan antara lain World Fact Book 2008 (informasi lengkap dan detil tentang seluruh negara di dunia), Aplikasi Note G900; untuk catatan sesuai dengan tulisan tangan, Handy day untuk pengingat kegiatan sehari-hari, LightMe untuk senter, Shalat, untuk pengingat waktu Sholat, Touch Dial digunakan kalau males pakai stylus dan keyboard, WorldMate untuk referensi harian mulai ukuran sepatu sampai jam dunia, jadwal penerbangan serta tak ketinggalan Kamus Indonesia-Inggris dan Inggris- Indonesia. Terpasang juga Theme Blackberry, sehingga tampilan seperti Blackberry (termasuk ringtones dan background colornya) meski Sony Ericsson. Kadang kuganti dengan theme Xperia, supaya variatif, dan tema-tema lainnya.

Gimana? Anda tertarik dengan program-program tambahan yang kompatibel dengan OS Windows Mobile Prof. 6.1 untuk HTC Touch Diamond atau Symbian platform UIQ 3 yang bisa dipakai Sony Ericsson M600i? Jika penasaran, silahkan isikan program yg anda inginkan di buku tamu. Siapa tahu ada di file saya. Dan jangan lupa alamat emailnya supaya bisa langsung terkirim ke sana.

Eitssss.... terakhir! Penulis tidak bertanggung jawab jika ada resiko yang terjadi atas PDA anda! Anda harus tanggung sendiri. Termasuk resiko yang lebih berbahaya dari kerusakan PDA karena mengikuti jejak saya yaitu....... dicuekin sama istri. Lho, kok bisa???? Gara-garanya hari-hari libur cuma otak-atik handphone melulu.......!!!!!!! he, he, he...... (written for http://busori.blogspot.com)

Jan 1, 2009

KASIH YANG TERSISA DI TAHUN BARU

Tahun baru kali ini, terpaksa saya tinggalkan keluarga karena harus tugas kantor. Padahal sudah seminggu ini anak-anak merengek pingin liburan ke Samarinda sambil menunggu liburan sekolah usai. Tapi karena rekan-rekan lain banyak yang cuti, kami akhirnya harus bergantian jaga aktifitas kantor. Dan diputuskan saya sebagai salah satu yang stay di kantor.

Untuk mengobati kekecewaan keluarga, setelah Sholat Maghrib, kuajak mereka ke Tempat Perayaan Acara di Kompleks kami. Sebenarnya, terus terang kami lebih tertarik dengan Kaki Lima nya yang menjajakan banyak pilihan makanan. Kebetulan lagi, tahun ini tempat mereka berjualan dibuat sedemikian rupa sehingga terkesan ekslusif.

Sambil menunggu anak-anak dan mama nya belanja kanan-kiri dan cuci mata, kusempatkan potong rambut. Rasanya aku sudah nggak tahan dengan rambutku yang sudah terasa tebal dan berat, karena sejak 2 bulan lalu belum sempat di sentuh tukang potong. Kebetulan tukang potong rambut juga buka sampai jam 21.00, di gedung sebelah acara. Pas sudah.

Jam sudah bergerak ke pukul 20.00 lebih sedikit, saat anak-anak sudah selesai berbelanja. Kami pulang. Habis makan malam, sekitar jam 21.00 aku kembali ke lapangan Town Centre karena beberapa Pejabat Pemerintahan akan datang menjenguk acara Tahun Baru di Perusahaan. Nggak terlalu lama sih, tapi karena perlu ada orang yang mengarahkan tempat duduk beliau-beliau, aku harus berangkat agak awal. Agak awal, karena tahun-tahun sebelumnya aku lebih suka datang larut malam, melihat sebentar sebagai ungkapan “Solidaritas” kepada rekan-rekan yang telah bersusah payah mengadakan acara. Bahkan lebih sering aku tertidur nyenyak sejak sore malam tahun baru.

Kecapekan… ? Mungkin istilah yang tepat, “capek” dalam artian bosen dengan malem tahun baruan. Ingatku melayang saat dulu masih di Malang. Kuhabiskan malam tahun baru atau liburan lainnya, nonton film misbar (gerimis bubar) di Kelud. (Masih ada nggak ya bioskop Kelud. Pasti sudah dibongkar untuk venue yg lebih strategis karena menurutku tempatnya sangat bernilai jual tinggi). Saat agak “berpenghasilan” lebih sedikit, aku rela tinggalkan tahun baru untuk nonton di Studio 21. Tahu kenapa saya lebih suka nonton film saat tahun baru. Selain tentunya karena aku suka film, suasana sepinya itu lho yang aku senang. Di saat yang lain meniup trompet, gedor-gedor apapun yang teraih ditangan, sepi adalah sebuah barang langka. Saat lulus dan mulai dapat kerjaan di sebuah Bimbel; Phi Beta (gimana ya kabarnya rekan-rekan ya, aku kangen sekali sama mereka karena kekeluargaannya yang tinggi), bahkan aku nggak pernah committed untuk malem tahun baruan, karena kami wajib ikut raker tiap tanggal 31 Desember di Kantor Pusat Surabaya. Pulang tengah malam kami lebih suka cari sate kerang di rumah makan yang kami temui di sepanjang jalan raya Surabaya- Malang. Katanya rekan-rekan sih untuk nambah vitalitas…… Ah kenangan masa lalu lagi! Benar juga kata teman-teman kalau aku memang terlalu sentimental…..

Sekira jam 22.00, tamu kehormatan pulang. Aku haus. Sebenarnya sih di Tribun VVIP ada banyak minuman. Tapi nggak tahu ya, aku lebih suka cari di tenda K5, kayaknya lebih asyik.

Pergantian tahun masih sekitar 2 jam lagi, ngapain ya???? Nonton penyanyi Ibukota?...... Ah sudah sering aku lihat di TV. Mending aku tidur ajalah karena nanti jam 24.00 aku harus masuk pabrik ikut mandu potong tumpeng. Tapi kalau pulang, bisa-bisa nggak bisa balik nih.

Aha… aku dapat ide. Kebetulan mobilku parkir nggak terlalu jauh dari tempat acara, agak gelap dan strategis. Kubuka kaca sedikit, kunyalakan musik, tapi kalah dengan suara jedar-jedor di panggung. Kumatikan lagi. Ku atur kursi untuk bisa jadi tempat telentang. Eits…. Kunyalakan alarm di HPku, ku setel untuk bunyi jam 23.00.

Kunikmati kesendirian di malam tahun baru yang gemerlap, sunyi di dalam mobil. Sekali-sekali anak-anak meniup terompet disamping mobil ,yang mengganggu tidurku dan memaksaku membuka mata lagi. Yang lebih parah, karena gelap… terdengar dua sejoli berbisik-bisik manja di sebelah kiri mobil. Mau sedikit kugoyang mobilku, tapi nggak jadi. Kasihan, mereka mungkin sudah setengah mati cari tempat “aman”, masak aku ganggu lagi.

Hingga akhirnya…..

Kembang api berletusan dan beterbangan memamerkan kecantikan dan keanggunannya, menandai bahwa aku harus siap-siap untuk acara ke pabrik. Ku cek bis sudah ok, rekan-rekan sudah berdatangan. Tinggal tunggu Bapak-Bapak turun dan kami segera meluncur ke lokasi. Lebih cepat lebih baik. Supaya lebih cepat selesai. Dan pulang!

Kebetulan bis ku yang paling depan. Kami langsung masuk ke Gate 1 dan lanjut Gate 2, masuk lebih dalam ke area pabrik yang sunyi dan hanya dihiasi dengan lampu kelap-kelip yang menurutku lebih indah daripada pesta kembang api di lapangan tadi.

Sepi sekali. Hanya nafas pabrik yang terdengar bising. Mungkin dari Boiler atau dari pipa-pipa yang berjuluran, yang mungkin berkilo-kilo meter jika diulur lurus. Trains (istilah pabrik di LNG Plants) yang sedemikian luas seakan bernyawa, manakala kulihat semua parts seakan bergetar kecil. “Mereka” lah yang selama ini menjadi media bagi Yang Maha Kuasa untuk “menghidupi” daerah kami. Sungguh kebesaran Allah yang diberikan kepada manusia luar biasa. Dengan kecerdasan dan ketrampilan, mereka membuat pabrik yang sedemikian rumit.

“Pak apa kita parkir di depan Control Room?”, pak Sopir mengagetkanku, menunjukkan bahwa kami sudah sampai ke tujuan. “Ndak bisa Pak. Kita parkir di sini terus jalan kaki”, jawabku.

Kami berjalan kaki masuk ke jantung pabrik, di tengah remang-remang lampu malam yang menyelimuti pipa-pipa pabrik, yang seakan menyambut gembira kedatangan kami di tengah kesepian mereka yang jauh dari gebyar acara tahun baru di lapangan sana.

Bising pabrik yang datar dan tak berirama sudah sering kudengar sejak sekitar 10 tahun lalu ketika aku mulai kerja di sini. Tapi malam ini suaranya sungguh berbeda dan indah. Menyentuh hati. Membuat aku sedikit merinding. Suaranya seakan desahan seorang kekasih kasmaran yang bertemu dengan kekasihnya yang sudah lama dirindukannya.

Tanpa perlu waktu lama kami masuk ke Control room, disambut rekan-rekan kami yang tidak mungkin bisa meninggalkan tempat untuk menikmati acara pergantian tahun di lapangan. Apalagi untuk melihat pesta kembang api. Bahkan cahaya kembang api yang begitu indah pun nggak mungkin bisa mereka nikmati karena ruangan dimana mereka bekerja yang tak berpintu, berjendela bahkan beratap beton.

Kami potong tumpeng. Bapak-Bapak saling berinteraksi, dan aku sempatkan bersalaman dengan rekan-rekanku di sana yang hampir sekian lama nggak ketemu. Mungkin karena saat aku kerja siang, mereka kerja malam. Ruangannya yang bersih dan dingin, terasa hangat saat kami mulai mencicipi tumpeng dan saling berbincang akrab.

Terasa ada sentuhan keindahan di acara potong tumpeng malam itu. Sebuah acara yang dipenuhi dengan semangat solidaritas, kasih sayang dan persaudaraan yang tidak mungkin bisa diungkapkan dengan kata-kata. Aku lagi-lagi tergetar…..

“Ah,…. Mengapa masih banyak hal baru yang kutemui disini, meski aku sudah lebih sepuluh tahun kerja?” tanyaku dalam hati melihat betapa dibalik pipa-pipa pabrik yang seakan tak berujung, ada pelajaran tentang humanisme yang aku dapatkan.

Ternyata aku nggak rugi, begadang di malam tahun baru 2009 sampai jam 02.00. Jiwaku terasa kaya oleh penglihatan yang kudapatkan. Semoga Allah senantiasa melindungi Kami tidak hanya untuk tahun depan, namun tahun-tahun sesudah dan sesudahnya…….dan sesudahnya… (Written for http://busori.blogspot.com)

Dec 29, 2008

Kejujuran “Kecil” Vs. Kebohongan "Kecil"

Pernahkah kita mengalami atau mendengar kejadian/percakapan seperti berikut:

1. Penanya: “Bisakah nanti sore ke tempat saya?”
Penjawab (Mungkin Kita) : “Wah maaf mas, aku ada acara. “ (Padahal faktanya: “Maaf mas saya agak malas”)

2. Penanya: “Tolong pak, sumbangan untuk masjid dan anak yatim.”
Penjawab (Mungkin Kita) : “Wah, kemarin saya sudah bantu!”/ “Wah saya nggak ada uang! “ (Padahal faktanya: “Nih orang beneran nggak ya cari sumbangan untuk anak yatim? Nggak tipu-tipu kah?”)

3. Penanya: “Lho tadi malam kemana, kok nggak hadir di undangan kami?”
Penjawab (Mungkin Kita): “Pak, mohon maaf kami ada acara keluarga dadakan! “ (Padahal faktanya: Saya ketiduran)

4. Penanya: “Selamat Pagi Pak, kenapa kok telat?”
Penjawab (Mungkin Kita): “Maaf jalanan macet Pak!” (Padahal faktanya: Saya ngantar anak sekolah dulu, karena mamanya agak sakit)

5. Dan kebohongan-kebohongan “kecil” dikeseharian kita……

Kebohongan-kebohongan kecil diatas, akan memberi kepuasan sesaat. Kepuasan karena kita tidak mengatakan kejujuran yang menurut kita merepotkan dan menyakitkan, serta membuat orang lain kecewa. Kepuasan semu yang pada akhirnya akan mengecewakan dan mencelakakan, khususnya bagi “kesehatan personal” kita.

Padahal, kebohongan "kecil" tersebut sering lebih menguras energi yang berkepanjangan daripada kejujuran “kecil “ yang menyakitkan di awal. Karena kebohongan "kecil" kita tersebut akan menuntut kita untuk melakukan kebohongan-kebohongan lain guna menutupi kebohongan "kecil" kita sebelumnya.

Kebohongan "kecil" yang sering tanpa sadar kita lakukan akan membudaya dalam kehidupan sehari-hari kita, menjadi mindset, menjadi sebuah excuse atas ketidakberdayaan kita untuk berkata jujur, dan celakanya akan menjadi salah satu value kehidupan kita.

Dan kebohongan "kecil", pada saatnya nanti akan berakumulasi menjadikan kita sebuah pembohong handal yang tidak merasa bersalah (baca berdosa) atas kebohongan tersebut.
So, sebelum terlambat, mari dengan sekuat tenaga kita katakan "kejujuran kecil", apa adanya (tentunya dengan cara yang baik, sopan dan memenuhi etika umum), meski kadang harus diikuti dengan “kesakitan”, kekecewaan dan extra effort dalam menyampaikannya.

Kelihatannya, akan lebih baik sakit di depan tapi setelah itu ada “kenyenyakan dalam tidur “ kita, daripada ada kepuasaan semu diawal tapi dikuti dengan ketidaknyamanan , rasa bersalah dan “kesakitan-kesakitan” yang lain dibelakang waktu nanti. (written for http://busori.blogspot.com/)

Dec 22, 2008

(Selamat) Hari IBU

Kekaguman saya terhadap peran seorang wanita semakin mendalam ketika suatu kali sekitar 4 tahun lalu, saya kirimkan ucapan selamat hari IBU kepada beberapa rekan para ibu sekaligus pekerja.

Salah satu dari mereka bukannya berterima kasih, malah diam dan mempertanyakan apa maksud ucapan tersebut, sembari menunjukkan rasa kurang berkenannya. Saya yang selama ini merasa telah ”master” tentang wanita, bingung tak terkira.

Satu hal yang akhirnya saya tahu, para Ibu mungkin tidak pernah memandang jasanya yang tak ternilai tersebut sebagai sebuah sumbangsih besar dalam sebuah lingkaran kehidupan. Bukti sebuah ketulusan yang tanpa pamrih.

Ibu adalah permata, maka tak heran nilainya tiga kali lipat dari seorang ayah,
Sorgapun rela berada dibawah telapaknya,
Ibu bak tongkat estapet peradaban,
Dan yang pasti, Ibu adalah Ibu yang tulus untuk anak, suami, dan keluarganya.

.....................................
Namun masih ada orang yang berpendapat bahwa seorang wanita adalah ”sejenis penyakit..” Terbukti adanya sebuah tulisan di papan seorang Dokter, ”Specialist in Woman and Other Diseases”.....

(Selamat) Hari IBU
Maafkan saya yang lebih bisa diam dalam mengucapkan terima kasih kepadamu daripada hanya dengan sebuah kata-kata (selamat)...

Dec 5, 2008

Asyiknya Berbagi

Saya tak ingat sudah berapa kali pohon jambu air di belakang rumah itu berbuah, sejak sekitar 4 tahun lalu ketika pertama kali kami tempati rumah perusahaan. Tapi yang selalu teringat bahwa ketika jambu air itu berbuah, buahnya yang merah menggiurkan, sangat lebat. Meski rasanya tidak terlalu manis, agak asem dan berair, namun rona warna merahnya dan lebatnya menggoda siapapun yang melihatnya untuk mampir dan minta.

Mungkin karena merasa tidak menanamnya (tinggalan penghuni rumah sebelumnya), dan melihat buahnya yang sangat lebat seakan tak pernah habis, selama ini kami biarkan saja buah jambu air itu berjatuhan, dan menjadi kompos. Kecuali pak Kebun dan mbak Cuci yang mengambil, kadang pemotong rumput yang kebagian rejeki.

Hingga pagi tadi, saat rasa bosen tinggal didalam rumah terus menggerogoti, kami keluar ke belakang rumah. Lagi-lagi kulihat pohon jambu air yang hampir semua batangnya dipenuhi warna merah buahnya. Selintas ingatku melayang ke seorang teman yang sedang hamil dan sedang lembur. “Mbak, mau jambu, nih banyak sekali jambu air sedang berbuah. Kalau ada yang lain ajak ya teman-teman, bawa karung pun pasti nggak muat!”, kuhubungi dia lewat handphone yang selalu saya sakui, karena pemanggil rasanya tak pernah mengenal hari libur.

5 menit kemudian, 4 teman datang, dan seperti mereka yang pernah melihat buah jambu kami, teman2 pun pada ternganga melihat lebatnya jambu air. Tak menunggu waktu lama, ketiga dari mereka langsung memanjat pohon jambu sambil berseloroh ramai dan ngobrol kesana-kemari.

Di tengah asyiknya memanjat, tiba-tiba mas Budi berteriak-teriak, karena diserbu oleh kumpulan ”klanceng” si tawon kecil. Terpontang-panting dia turun, memegangi kepalanya sambil ditertawai oleh rekan-rekan yang lain. Sambil meringis kesakitan dan kepanasan karena sengatan lebah kecil yang berjumlah puluhan, dia masih belum puas mengisi kresek besarnya, mencari cabang lain untuk segera memenuhi kresek hitamnya.

Setelah sekitar 5 kresek besar penuh oleh jambu merah, kami teruskan minum es kelapa muda bergula jawa. Hasil kebun samping rumah juga. Kebetulan kemarin pak Kebun kami minta memanen kelapa kuning yang juga berbuah lebat disebelah rumah. Meski masih muda, namun nggak apa-apa daripada keduluan si tupai, yang biasanya cuma ninggalin kami kelapa bolong.

Setelah puas ngobrol sambil menikmati es kelapa muda, rekan-rekan pun kembali ke kantor sambil masing-masing membawa kresek besar penuh berisi jambu air merah. Jambu air yang selama ini kami biarkan berjatuhan dan terkesan tak bernilai, ternyata bernilai juga dalam menyambung silaturahmi. Saat berbagi, ukuran kecil besar, sedikit banyak ternyata tidak lagi menjadi sebuah masalah. Yang lebih penting, didalamnya ada ketulusan, persahabatan, persaudaraan, silahturahmi dan rasa berbagi. Asyik kan!!!!!