Jul 18, 2012

The Gold for Green


(COMDEV Success Story PT Badak NGL dalam meraih PROPER GOLD 2011)

Perkembangan Bontang menjadi Kotamadya membuat visi dan misi serta imlementasi program Community Development (Comdev) PT Badak NGL berubah dari sebagai agen pembangunan menjadi mitra pemerintah dalam memajukan dan memandirikan masyarakat. Program-program yang awalnya bersifat infrastruktur secara bertahap dialihkan ke program yang bersifat sustainable dan peningkatan kemandirian masyarakat dalam menghadapi era pasca Migas.

Sebagai perusahaan non profit, 70% keuntungan PT Badak NGL masuk ke kas negara dan 30% ke Gas Producers (Total, Vico dan Chevron). Sebagai bentuk komitmen perusahaan pada pemberdayaan masyarakat dan lingkungan sekitarnya, dalam anggaran operasional perusahaan selalu mengalokasikan dana Comdev sekitar Rp 9 Miliar setiap tahunnya.

Perencanaan Program-program Community Development
Dalam merencanakan programnya, Comdev melakukan social mapping guna mengetahui potensi maupun permasalahan yang di masyarakat dan dalam rangka sinkronisasi dalam rangka pembangunan daerah, perusahaan juga melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Bontang yang salah satunya melalui partisipasi dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Kota Bontang.

Perencanaan program menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) yang menekankan keterlibatan masyarakat dalam memecahkan masalah dan menentukan kebutuhan mereka sendiri. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat (perorangan/kelompok) maupun instansi/lembaga pemerintahan untuk mengajukan proposal dan surat permohonan melalui Communication Section.

Untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam peningkatan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), akses sarana dan prasarana publik, serta kelestarian lingkungan, perusahaan membagi jenis kegiatan Comdev pada tiga kategorisasi program Comdev, yaitu Community Empowerment (CE), Community Services (CS), dan Community Relations (CR). Khusus untuk Community Relations ditangani oleh Stakeholder Management.

Kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam program CE adalah Dana Bergulir, Mitra Binaan, serta Pelatihan dan ketrampilan. Program CS meliputi program Pendidikan, Infrastruktur, Kesehatan, Keagamaan, Olahraga, Kesenian, dan Budaya.
Alur Pelaksanaan Community Development PT Badak NGL

















Implementasi dan Evaluasi program

Indikator kinerja program-program Comdev PT Badak NGL mengacu pada peningkatan ekonomi, kualitas SDM, penyediaan akses sarana dan prasarana publik, serta kelestarian lingkungan yang terimplementasi ke dalam enam bidang program unggulan, yaitu kredit modal usaha/ dana bergulir, penggemukan sapi, konservasi & diversifikasi Mangrove, Bank Sampah & 3R, Pembinaan & Sertifikasi Welder, dan Local Business Development (LBD).

1.      Kredit Modal Usaha (Dana Bergulir)

Bertujuan membuka peluang modal usaha dan peningkatan ragam usaha masyarakat. Bekerjasama dengan Bank Dhanarta (konvensional) dan BMT Mitra Amanah (syariah), Comdev PT Badak NGL menggulirkan total dana abadi sebesar Rp2,945 Miliar yang akan dipinjamkan tanpa agunan dan berbunga rendah pada masyarakat. Program yang telah berjalan sejak tahun 2009 ini, berhasil membantu 747 nasabah di beberapa wilayah Kota Bontang dengan tingkat kenaikan penghasilan 75%
















2.      Penggemukan Sapi, Biogas dan Pupuk Organik
Program ini mulai dilaksanakan tahun 2008. Tujuan adalah untuk memasok kebutuhan sapi pedaging dalam rangka Hari Raya Idul Adha dan membantu peningkatan penghasilan para petani di Desa Suka Rahmat (wilayah perbatasan Bontang dan Kutai Timur) dengan memberikan usaha sampingan penggemukan sapi. Melalui program dana bergulir dari BMT Mitra Amanah, para petani mendapatkan sapi bakalan untuk digemukkan dan dijual menjelang Hari Raya Idul Adha. Dengan pembagian hasil penjualan 70% untuk peternak dan 30% untuk BMT Mitra Amanah, setiap tahunnya peternak mendapat penghasilan tambahan rata-rata Rp 3 juta per ekor. Anggota kelompok yang awalnya berjumlah 11 orang kini meningkat menjadi 26 orang.   Usaha penggemukan ini juga melahirkan manfaat baru bagi peternak  yaitu pemanfaatan limbah untuk biogas dan pupuk dari kotoran sapi.

Pengembangan Program:
a.      Instalasi Biogas
Comdev PT Badak NGL membangun Instalasi Biogas sebagai turunan program untuk memanfaatkan kotoran sapi menjadi energi pembangkit listrik bagi warga Desa Suka Rahmat yang belum mendapatkan fasilitas listrik. Dengan memanfaatkan kotoran dari 11 sapi, instalasi biogas menghasilkan 5 ribu watt listrik untuk menerangi 15 rumah selama 5 jam.
b.      Pengolahan Kompos
Limbah buangan Biogas masih dapat dimanfaatkan menjadi kompos. Comdev PT Badak NGL bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Peternakan Kalimantan Timur melakukan pelatihan pembuatan kompos dari limbah buangan Biogas. Kedepannya, pemanfaatan limbah ini akan dikembangkan menjadi usaha pengolahan kompos.



3.      Konservasi & Diversifikasi Mangrove

Usaha pembibitan dan penanaman Mangrove oleh Kelompok Tani Lestari Indah mulai dilaksanakan pada bulan September 2010 melalui pengadaan kelengkapan peralatan pembibitan dan penanaman berupa perahu, pollybag, paranet, dan boot. Program ini mampu meningkatkan produktivitas bibit dari sebelumnya sekitar Rp 50 ribu bibit/bulan menjadi Rp 90 ribu bibit/bulan. Dengan harga jual bibit Rp 2500/batang, pendapatan anggota kelompok tani sekitar Rp 1 juta/bulan. Selain, dengan bertambahnya luas areal mangrove member tambahan pendapatan anggota dan nelayan dari penangkapan ikan, kepiting, tiram, dan kerang-kerangan sekitar Rp 600 ribu/bulan.

Pengembangan Program

a.      Konservasi & Ekowisata Mangrove

Comdev PT Badak NGL mengembangkan program ini dengan perencanaan ke arah kawasan Konservasi dan Ekowisata Pendidikan Mangrove. Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan bersama Dinas Tata Kota, Bappeda, Badan Lingkungan Hidup, dan Dinas Perikanan, Kelautan, dan Pertanian (DPKP) Kota Bontang, disepakati bahwa wilayah konservasi yang dikelola Comdev PT Badak NGL seluas 65 ha di sekitar wilayah Tanjung Laut Indah dan Pulau Kedindingan.

b.      Kelompok Diversifikasi Produk Non Kayu Mangrove
Untuk meningkatkan kesadaran pentingnya kelestarian hutan Mangrove, Comdev PT Badak NGL bekerjasama dengan DPKP Kota Bontang, Kelurahan Tanjung Laut Indah, dan Kelompok Tani Mangrove Wonorejo Surabaya melakukan Pelatihan Diversifikasi Produk Non Kayu Mangrove  kepada anggota Ibu-ibu Kelompok Tani Lestari Indah. Hasilnya berdiri kelompok ibu-ibu pembuat makanan dari buah Mangrove dengan jumlah awal lima orang . Kelompok ini memproduksi teh dari daun Mangrove, dodol, brownies, dan sirup buah Mangrove. Saat ini produksi mereka masih dalam tahap promosi dan menunggu hasil uji kesehatan produk dari Dinas Kesehatan Kota Bontang.
4.      Bank Sampah
Program yang bekerjasama dengan LSM BIKAL (Bina Kelola Lingkungan) ini dibentuk April 2011 dengan  tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah plastik dengan melakukan daur ulang yang memiliki nilai ekonomi. Melalui pelatihan kerajinan produk sampah dan botol plastik yang dilakukan LSM BIKAL, saat ini Bank Sampah telah memiliki 19 orang pengrajin daur ulang yang terdiri dari para ibu rumah tangga. Melalui kerjasama penjulana dengan PNPM Mandiri serta keikutsertaan dalam pameran atau bazaar, produk daur ulang ini telah banyak menerima pesanan. Anggota kelompok yang terdiri ibu-ibu rumah tangga mampu memperoleh penghasilan Rp 400 ribu/bulan dari hasil membuat produk kerajinan












5.      Pelatihan & Sertifikasi Welder

Sejak tahun 2009, PT Badak NGL melakukan pelatihan dan sertifikasi untuk juru las Migas (welder) di Kota Bontang. Sertifikasi yang diperoleh dapat digunakan untuk mencari kerja ke perusahaan-perusahaan Migas di dalam maupun luar negeri. Perbandingan penghasilan juru las biasa dengan bersertifikat Migas cukup signifikan. Juru las biasa hanya menerima rata-rata Rp 4,5 juta/bln, maka juru las bersertifikasi Migas dapat memperoleh penghasilan rata-rata Rp 10 juta/bln di dalam negeri) dan Rp 25 juta/bln di luar negeri).

6.      Local Business Development (LBD)

Program ini merupakan pemberdayaan pengusaha lokal untuk menjadi supplier yang memasok  kebutuhan material PT Badak NGL dan telah berlangsung sejak tahun 2007. Ada dua sistem pengadaan barang yang diterapkan, yaitu Pembelian Nilai Kecil (PNK) dengan ikatan kontrak dan melalui tender elektronik (E-procurement).

Dimensi keberdayaan muncul saat perusahaan melakukan pelatihan pengisian tender online kepada pengusaha local, dan penyediaan fasilitas warnet bagi pengusaha yang ingin mengikuti tender online serta sharing informasi dan kebijakan melalui pertemuan tahunan antara supplier dan perusahaan.

7.      Indeks Kepuasan Masyarakat
Berdasarkan Laporan Pelaksanaan, Pengelolaan, dan Pemantauan Lingkungan Hidup yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Mulawarman, Samarinda, diketahui bahwa Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) masyarakat Kota Bontang terhadap pelaksanaan Comdev PT Badak NGL mencapai nilai 93%. Ini membuktikan bahwa pelaksanaan Comdev Perusahaan diakui memberi manfaat bagi sebagian besar masyarakat di sekitar Perusahaan


8.      Penghargaan:

1.    Awang Farouk Award 2010; Penghargaan bagi Perusahaan yang peduli dunia pendidikan di Kaltim.

2.    Penghargaan dari Walikota Bontang 2011: Perusahaan yang secara konsisten menjalankan program CSR

3.    CSR Award Gold untuk Program Dana Bergulir bagi Ternak Mandiri 2011

4.    CSR Award Platinum untuk Program Beasiswa “Badak Cerdas” 2011

Jul 7, 2012

3 Malam di Malaysia

Karena harus terbang jam 8:50 pagi ke Malaysia dengan GA 820, maka perkiraan saya, tidak mungkin menginap di tengah kota Jakarta, apalagi saya kebagian Garuda sore dari Balikpapan di tanggal 30 Juni. Untungnya hotel Bandara yang sekarang dinamai dengan Jakarta Airport Hotel, masih mempunyai 2 kamar vacant, untuk saya dan satu keluarga teman saya.

Menginap di hotel bandara ternyata tidak sesepi yang saya bayangkan. Untuk mencari makan malam, ternyata kita cukup turun dari hotel dan langsung masuk ke ruang bandara keberangkatan internasional. Disana tentunya dijajakan banyak makanan dan souvenir. Kecapekan, saya memutuskan sekedar melihat-lihat barang 2 yang dijajakan sambil cuci mata. Sempat ngobrol dengan rekan yang akan terbang ke Shanghai untuk TRM, akhirnya tidak terlalu lama saya pun memutuskan naik untuk persiapan besok pagi.

Jam 04:00 pagi restoran hotel ternyata sudah buka. Saya putuskan makan pagi lebih awal dan langsung check in sekitar jam 06:00. Tidak terlalu sulit untuk pemeriksaan imigrasi, bahkan sekarang saya lihat lebih simple, tanpa fiscal dan isian imigrasi seperti sebelumnya, kami pun akhirnya siap terbang.

Tak lebih  dari 2 jam, kamipun tiba di negeri jiran dan turun di Sepang Airport yang terkenal dengan KLIA (Kuala Lumpur International Airport). Sebagai info bagi mereka yg belum pernah ke Malaysia, untuk penerbangan budget (murah), turunnya tidak di KLIA, namun LCCT. Tidak terlalu jauh, namun kalau salah departure mungkin agak pusing juga karena beda jarak satu sama lain. Garuda biasanya turun di KLIA terminal satellite C (Kalau ingin lebih jelas silahkan lihat di www.klia.com). Untuk ke main gate guna pemeriksaan imigrasi dan pengambilan bagasi, kita harus naik train. Tidak usah bingung, karena train tersebut turun naiknya hanya di dua tempat yaitu dari main gate dan terminal satellite kedatangan dan keberangkatan. Langsung saja naik, maka otomatis dia akan mengantarkan anda ke main gate, dan dari situ akan dipandu dengan tulisan bahasa melayu yang agak aneh-aneh. Demikian juga nanti berangkatnya, langsung aja naik dan dia akan mengantarkan anda ke terminal keberangkatan. 

Untuk ke Kuala lumpur, ternyata banyak pilihan transport, namun saya ingin praktis. Lagian karena bepergian dalam kelompok 3 orang, akan lebih efisien dg satu taxi. Keluar dari pengambilan bagasi, anda akan langsung melihat loket penjualan tiket taksi. Dan saya ternyata agak keliru. Numbers really matter. Petugas penjual karcis menanyakan berapa jumlah yang akan naik taksi, dan keluarlah angka 102 RM. Hehehe.. Cuma asyiknya tidak seperti di Indonesia, kita tidak perlu lagi direcoki oleh driver dengan ongkos jalan toll. Angka tersebut sudah net sampai ke Prince Hotel & Residence, di tengah Kuala Lumpur tempat kami akan menginap. Namun jangan kaget, taksi di Malaysia kualitasnya masih jauh kalah dengan Taxi Jakarta. Untuk taxi dg kualitas sekelas Blue Bird, disana ternyata dipatok dengan ongkos yang lebih mahal….!

Setelah beli tiket taksi, anda akan dituntun oleh petunjuk2 keluar dimana taxi berada. Kebetulan saya kebagian taxi di pintu 5. Namun saya sarankan sebelum naik taxi jangan lupa tukar Rupiah ke Ringgit, untuk bekal tinggal. Di kompleks bandara, seperti di bandara lain, tidak susah mencari money changer… 

Kuala lumpur menganut waktu Indonesia tengah sehingga kami sampai disana sekitar jam 12-an. Sampai dihotel sekitar 45 menit kemudian. Dan langsung kami ambil peta untuk menuju Petronas Tower, yang disana dikenal dengan sebutan KLCC (Kuala Lumpur Convention Center). Sayangnya sesampai disana, the ticket untuk naik ke puncak tower is sold out. Wah.. rugi deh….

Pengalaman aneh adalah saat keluar dari komplek KLCC sekitar jam 19:30 malam, dan ternyata bias mentari masih terlihat jelas!!!!. Kami berpandangan satu sama lain, ini jam kita yang keliru atau memang masih siang… Ternyata disana Maghrib  jam 19:30. Hehehee. Saya jadi teringat rencana Indonesia mau menyatukan 3 waktunya menjadi satu dg WITA. Kelihatannya Kuala Lumpur yang secara geografis masuk WIB karena diatas Sumatra mamaksakan diri untuk GMT +8 (WITA) sehingga maghrib yang masih  terang berada pada jam 19:30. Dimana waktu sesungguhnya dibanding Indonesia harusnya masih kondisi jam 18:30 hehehe…..

Ada satu catatan kelebihan Malaysia. Adalah  kondisi jalan yang friendly terhadap pejalan kaki yang membuat saya kagum. Untuk menuju ke KLCC dimana petronas tower berada, dari hotel kami bisa langsung akses ke tunnel ber ac, panjang, yang mana saat keluarnya nanti sudah sampai di area tower… Love it!  Mungkin kondisi ini salah satunya yang menarik turis. Saya lihat banyak bertebaran turis dari timur tengah di sana…Katanya orang sana mereka lagi ngadem.

Wuih… saya langsung membayangkan adanya tunnel either underground atau above ground yang menghubungkan Bundaran HI dengan MONAS… Seandainya terbangun, betapa banyak yang akan berterima kasih kepada Pemerintah… Betapa turis akan merasa aman. Betapa saya yang biasanya menginap di Sari Pan Pacific Hotel akan semakin bersemangat untuk jalan kaki  jika pas ngantor di Wisma Nustantara depan air mancur HI.

Dijamin pimpinan yang bisa membangun impian saya ini akan kepilih jadi President atau Gubernur berkali-kali…hehehe..atau paling tidak saya doakan panjang umur banyak rejeki.!   Mimpi kaleeeee!

Enaknya lagi, pergi ke Malaysia rasanya tak ubahnya melancong ke daerah lain di Indonesia, semisal Padang, Bandung, Jogya, Jakarta dan lain-lain…. Semuanya terkesan Indonesia. Dan tidak seperti diberita-berita yang memberi kesan negatif atas perlakuan Malaysian thd Indonesia, Alhamdulillah selama di sana, semua baik-baik saja, tidak ada yang negatif…. .

Karena selama siang, sibuk dengan acara conference, maka kami hanya bisa keluyuran setelah jam 17:30. Kesana kemari memuaskan rasa ingin tahu, melihat gedung, mencari cindera mata dan lain-lain termasuk berkunjung ke Aquaria (semacam kebun binatang tapi khusus binatang yang ada kaitannya dengan air/kelembaban), tak terasa membuat hari berlalu dg cepat dan tiba-tiba telah datang saatnya pulang kampong ke Borneo.


Naik GA 821 jam 12:50, saya check out early jam 08:00 karena ingin mengkhatamkan KLIA yg saat saya turun cukup menarik hati kondisi shopping areanya. Naik taxi dari hotel, saya diberi 2 pilihan. Limousine (semacam bluebird) seharga RM 150 atau taxi biasa (butut) seharga RM 95. Saya pilih yang kedua.

Masuk taxi langsung disambut dengan ucapan salam dari driver, yang ternyata sudah berkali-kali mengunjungi Indonesia, baik Jakarta, Bandung, Yogya, Padang, Lamongan, Sidoarjo, Surabaya, Malang, Batu dan lain-lain… hehehehe. kalah deh kita orang borneo. Usut punya usut ternyata si Bapak berputrakan Pilot yang regular terbang ke Indonesia dan punya rumah di Podomoro City….

Cukup 45 menit, sampailah saya di Terminal keberangkatan...

Sayangnya sesampai di airport, counter GA belum buka.. hahahaha.. Untungnya KLIA full WIFI. Akhirnya sambil menunggu, saya menghabiskan waktu download update Galaxy Tab software sekitar 100 MB lebih, dengan kecepatan yang mengesankan… Hmmm makin bikin ngiri aja nih bandara!

Sekitar 2 jam sebelum terbang, baru counter GA dibuka. Setelah dapat boarding pass, anda harus naik train untuk menuju terminal C11, tempat naik GA 821. Lagi2 jangan takut salah, karena  train ini hanya berhenti di dua tempat; ujung sini dan ujung sana. Hehehehe….. Jadi tidak pernah saya jumpai adanya bis yang mengangkut penumpang dari gate menuju pesawat, karena adanya train ini…

 Jangan lupa tukar Ringgit yang tersisa sebelum pergi. Di Jakarta sih ada, namun kelihatannya lebih kompetitif di sini tukarnya… setelah puas melihat-lihat tiba waktunya masuk pesawat… dan seperti biasa, sebelum  take off, pandangan sudah remang-remang. Bangun saat makan, tidur lagi dan bangun saat landing…….. Wuih Alhamdulillah sampai di Jakarta… See you in the next journey…

Jun 6, 2012

Revolusi Energi

Saat menulis blog ini, saya sedang duduk di lounge Bank Mandiri di bandara Soekarno-Hatta, pas dekat kaca dengan view menghadap arah parkir pesawat. Selain pesawat parkir yang terlihat berjajar rapi, yang mungkin mengindikasikan tumbuhnya ekonomi negeri ini dengan pesat, juga terlihat tanker pengangkut bahan bakar pesawat yang sedang lalu lalang. Tentunya mengisi penuh pesawat yang hendak terbang dengan bahan bakar. 


Pertumbuhan ekonomi yang pesat mendorong kebutuhan akan  energi semakin terus meningkat. Pentingnya energi ini bahkan sering mendorong munculnya persaingan memperebutkan sumber-sumber energi, yang saat ini bahkan terlihat sudah mulai kasar. Sebuah cerminan peran energi yang semakin meningkat dan dikhawatirkan akan mengejar statusnya sebagai kebutuhan pokok, bukan lagi kebutuhan sekunder.

Sementara itu, di dalam negeri, hari-hari terakhir ini, koran-koran pun mulai menulis keriuhan masyarakat yang pro dan kontra dalam menyikapi usaha Pemerintah guna efisiensi energi, dengan cara antara lain membatasi bbm bersubsidi. Segala cara ditempuh oleh semua pihak untuk melakukan tindakan "kreatif" dalam menghemat energi.

Usaha-usaha seluruh pihak untuk mencari terobosan dalam mencari sumber energi atau cara alternatif dalam usaha efisiensi energi, bagaimanapun juga patut diapresiasi! Meskipun jika dihitung-hitung, hal tersebut tidak akan terlalu berdampak signifikan dalam usaha untuk menyediakan energi yang cukup bagi masyarakat serta dengan biaya yang logis.
Kenapa? Karena inti dari masalahnya belum tersentuh.

Yang dibutuhkan oleh Indonesia saat ini bukan usaha efisiensi "kecil-kecilan", melainkan diperlukan sebuah revolusi dalam mencari sumber energi. Meminjam istilah revolusi dalam kaitannya dengan revolusi industri yang mengubah dunia "kuno" menjadi dunia modern yang kita lihat saat ini; sebuah dunia yang rakus akan energi fosil.

Kenapa kita perlu revolusi (lagi) ? Karena untuk bisa lepas dari mindset atau tradisi atau lingkaran setan, pemanfaatan bahan bakar fosil, khususnya yang berasal dari minyak bumi, yang telah kita lakukan sejak republik ini berdiri, diperlukan usaha yang ekstra , cepat dan revolusioner. Dan juga kKarena untuk keluar dari lingkaran pemakai minyak bumi, tentunya kita akan mengusik banyak kepentingan!!!

Namun, apapun resikonya dan beratnya tantangan untuk lepas dari ketergantungan atas bahan bakar minyak bumi (dan turunannya), Indonesia sudah waktunya bangun dan menyadari betapa sekarang saatnya telah tiba untuk mulai meninggalkan bahan bakar fosil, yang cepat atau lambat akan habis, dan akhirnya harus beralih ke energi yang unlimited, berlimpah dan tidak pernah habis bahkan terbarukan. Serta hendaknya kita mulai menyadari bahwa selama ini telah menyia-nyiakan potensi sumber energi yang berlimpah yang sebenarnya telah kita miliki...

Berlimpah? Ya. Mari kita ambil beberapa fakta ttg hal tersebut yang bahkan sering terlupakan.

1. Indonesia adalah negara tropis. Terletak tepat di bawah garis khatulistiwa. Salah satu efeknya adalah bahwa matahari tidak akan pernah bosan menyambangi wilayah ini, bahkan meski saat musim hujan. Apalagi saat musim kemarau.

Ironis jika kita membayangkan saat ini masih ditemui banyak penduduk di pulau- pulau terpencil dan kecil dimana tdk mungkin PLN menyambungkan jaringannya (karena nggak mungkin untung...), masih rela menunggu masuknya listrik. Padahal seharusnya dg niat dan dukungan kuat, panel tenaga surya akan dengan murah diproduksi secara massal dan lebih efisien digunakan dalam kondisi ini.

2. Angin hampir tiap hari berhembus di wilayah manapun asal masih di Indonesia. Sayangnya pemanfataannya masih dalam skala malu-malu kucing. Negara lain sudah banyak memakai energi angin, sedangkan di negara kita energi angin hanya digunakan anak2 untuk main layang-layang.

3. Indonesia selalu disebut-sebut saat gunungnya mengamuk. Dia tepat berada di lintasan "ring of fire". Dibalik keganasan itu tersimpan energi panas bumi berlimpah yg masih terbengkalai. Kabar baiknya, energi panas bumi yang unlimited dan bersih sudah mulai digunakan untuk listrik. 
Dan sumber daya kita akan energi ini tidak main-main. Berdasarkan study terbaru sekitar 40% cadangan energi panas bumi dunia dikuasai oleh Indonesia! Hal ini tentunya paut menjadi perhatian kita, dari yang semula terpaku pada bahan bakar fosil untuk segera membuat strategi pemanfaatn energi panas bumi yang sustainable.

Paling tidak energi panas bumi bisa digenjot untuk mengatasi kebutuhan listrik dalam negeri, jika sumber energi lain semisal batu bara ataupun gas harus di jual untuk nambal APBN kita....


4. Air laut maupun air sungai bahkan air waduk yang melimpah pun masih minim dimanfaatkan. Padahal seberapapun anda perlu, sumber energi ini siap digunakan.

5. Gas bumi mungkin lebih beruntung dibanding minyak bumi Indonesia karena  dieksploitasi belakangan, sehingga cadangannya relatif masih melimpah. Juga ditemukannya gas shale, CBM serta dengan tekhnologi yang semakin efisien, seharusnya gas mulai menggantikan minyak bumi. Saat ini gas masih berlimpah dan murah, namun karena infrastruktur di dalam negeri belum siap, maka sebagian besar diekspor.

6. Tidak cukup itu, bahkan kita pun dianugerahi tanaman yang bisa menghasilkan bio diesel, semacam pohon jarak, dan lainnya. Bahkan saudara tua kita, Nippon, di jaman 45-an pun sudah mulai melirik pohon jarak untuk pelumas dan bahan-bakar. Sayangnya kita terlanjur terbuai oleh minyak bumi, sehingga tidak sempat melanjutkan ide kreatif dari saudara tua kita itu.  

Dan saya yakin seyakin-yakinnya bahwa masih terdapat sumber-sumber energi lain, baik yang unlimited disediakan oleh alam maupun terbarukan.
Beberapa sumber energi anugrah Tuhan diatas, sungguh sayang belum mendapat sentuhan kreatifitas kita. Untuk bisa mengubah mindset  kita yang masih tergantung pada minyak bumi, bukanlah usaha kecil dan mudah.  Kenapa? Karena ini adalah tugas besar, yang hanya bisa dilakukan dengan kapasitas skala Pemerintah...


May 14, 2012

Berlayar ke Singapura


Keluar negeri dengan pesawat adalah hal umum. Keluar negeri dengan ferry adalah hal baru. Kesempatan itu datang saat saya traveling  ke singapura, melalui Batam.

Berangkat dg Ferry dari Batam center, saya ambil ferry jam  8:40. Sekitar 1 jam kami sudah sampai di Front Harbor  singapore. Ferry sudah beoperasi mulai jam 6 pagi dan dengan keberangkatan terakhir jam 21 setiap hari.   

Untungnya perjalanan kali ini saya ditemani teman yg punya hubungan dengan travel agen sehingga bisa memudahkan tujuan kami untuk keliling melihat icon2 besar di pusat kota singapore.

Dari harbor, kami dibawa dg Mercy ke Sentosa Island. Melihat universal studio dan hard rock cafeyg ada disekitar univesal.  Guide kami yg warga Singapore sebenarnya merekomend kami untuk ke Casino yg mana untuk orang luar hanya cukup menunjukkan passport, maka free entry fee. 


Untuk penduduk lokal harus membayar fee masuk. Sehabis itu, kami langsung menuju gedung konser yg dari bentuknya dikenal dengan gedung duren. Disana kami parkir dan melanjutkan ke area One Fullerton, dimana  terletak icon singapore; merlion.

Disekitar itu, kami sempatkan berfoto di jembatan Rafless dan stay di Fullerton untuk sementara, bukan karena bermalam tapi karena berteduh dari kehujanan. Kami sempatkan juga melihat dari dekat Hotel Perahu (Marina bay)  yg terkenal, cukup dengan melewati lobbynya yg panjang dan tinggi.

Sebelum pulang, kami sempatkan ke orchad road, untuk mencari suvenir.  Sempat bingung karena belum sholat, akhirnya kami temukan juga Al Falah Mosque di Orchad Road. 

Tidak ingin kemalaman dan karena kaki juga sdh pada pegel, kami segera mecari tiket MRT yang terkenal menuju Harbour front. Tidak menghabiskan waktu sia2, kami habiskan waktu yg tersisa untuk belanja di Vivo, sebuah mall besar diseberang harbor. Jam 18:40 adalah waktu kami untuk kembali ke Batam. Satu jam kemudian sampailah kami ke Batam center kembali.

Eitts jangan lupa bawa passport,karena Singapore termasuk luar negeri...hehehhe, sehingga pasti passport akan diperiksa oleh pihak imigrasi baik disisi Batam maupun Singapura.  Mudahnya kita untuk menyebrang kesana, antara lain karena tidak perlu visa.  

 Juga jangan lupa menukar rupiah ke dollar singapore, yang kursnya sekitar 7 ribuan, untuk belanja, dll karena mereka nggak mau menerima rupiah. Jangan lupa juga untuk meninggalkan kebiasaan makan permen karet dan menjaga kebersihan. Jangan lupa juga untuk mengaktivasi no. Halo anda agar bisa digunakan di luar negeri. Juga jangan lupa beli souvenir untuk rekan-rekan di rumah….

Apr 13, 2012

The Power of Humor

A noted and respected speaker was up to the stage to deliver his presentation. As he was climbing up, he stumbled and fell, face first to the stage floor. The audience was dumbfounded and felt an overwhelming tenseness. Unexpectedly, the speaker stood up, dusted off his suit and with an innocent expression said, “Before I continue, are there any questions?” Immediately, the audience roared back in laughter.

Using humor, in an instant he was able to regain his composure and control of the situation. Imagine what would happen if the speaker backed down from the stage, lashed at the host or even sulked and went home?
In the last 15 years, people’s perception of humor has changed. In the past, cracking jokes were considered a ridiculous and improper behaviour. Nowadays, humor can be accepted in places that were previously would make people raise their eyebrows, such as in company board rooms. For in reality, light and brilliant humor can produce big results. Stress causes our mind pendulum to swing to one side only. Humor is one of the way to balance the pendulum allowing our psyche to regain its middle position.

1. Humor heals.
Dr. Bernie Siegel and Dr. Patch Adams wrote a book on the power of hope and humor in healing. The story is put into film titled Patch Adams. Another important discovery i.e. laughter can strengthen body’s immunity, relaxes the nerves, calm down anger. For those who would like to have a pleasing face, do not make it habit to sport a sour face, as a sour expression requires more work – in comparison to laughter -- for the facial muscles.

2. Humor as a subtle criticism
Immersed in the dynamics of his own presentation, a consultant has a tendency to ramble on. The audience which were mostly business executives were annoyed, bored and restless. In the middle of the presentation, suddenly the sound system failed, making the consultant to stop his presentation and to ask his audience, “Can the gentleman in the back hear me without the microphone?” To which the gentleman referred to answered, “No!” Suddenly, one of the audience who sat at the front row stood up and said to the gentleman in the back, “I can hear, let us change seat. You in front and I’ll sit in the back.

3. Humor sells.
Selling need not mean to be interpreted physically. These days, ideas sell and even you can sell “yourself.” If you are a marketer, do not hesitate to laugh when it is appropriate, for basically “consumers” like sellers who can make them happy and who have sense of humor. If you are looking for a job, do not put on a tense face during interview.

4. Humor breaks the ice.
One night at a company event, one senior executive was “picked” by the ceremony host to sing. As he could not refuse to do so despite having no sufficient training for singing, he nevertheless went up the stage. After scanning the repertoire book for a suitable song, the high executive sang confidently reading out from the verses displayed in front of him. He was aware that his voice was not much to listen to, out of tune and often leaving the pianist accompanying him behind. He was also aware that the audience clapped their hands out of politeness and to avoid offending him. When he finished singing, he spoke through the microphone, “Ladies and gentlemen, should my singing do not please you, that is not due to me, but the light is not bright enough making it difficult for me to read the verses!” The audience who were already felt ill-at-ease, immediately broke into laughter and the event host who was at a loss to find an appropriate comment was relieved. But what is most important, the ice had been broken!

5. Humor brings results.
Alice Dick, Operation Manager of Standard Motors, said: “ I asked a young man on what he wanted in his life, he said, “Your job.” This is the kind of man I would like to hire.


Eventually, humor brings something. Regardless of its need, humor often opens up a way to help us to be in control of that need. Humor diverts anger, creates credibility, increases rating, makes employees happy to work for us, drawing attention, overcome trubles, extend one’s life expectancy, makes us sleep well and makes others happy.

Feb 13, 2012

Integrity


Lt. Col. Frank Slade: ....... You break my heart, son. All my life I've stood up to everyone and everything, because it made me feel *important*. You do it... because you mean it. You've got integrity, Charlie.......

Lt. Col. Frank Slade: ....... I don't know if Charlie's silence here today is right or wrong. I'm not a judge or jury, but I can tell you this: He won't sell anybody out to buy his future! And that, my friends, is called integrity. That's called courage.

Dec 22, 2011

Orang Baik Jadi Korban part 2

Sambungan dari http://busori.blogspot.com/2009/05/orang-baik-perlu-dikorbankan.html


Dulu, saat menjadi guru muda di sebuah institusi di Jatim, sempat saya mendengar pak Direktur berkata, “Ketidakjujuran membuat segala sesuatu tidak nyaman dan mahal!”

Fokus saya waktu itu adalah pertanyaan, kenapa mahal? Dia melanjutkan bahwa dengan kita tidak jujur, maka akan didirikan otoritas pengawasan. Otoritas pengawasan tentunya akan perlu biaya. Dan biaya untuk operasi SEBUAH otoritas pengawas ternyata memang tidak murah. Apalagi jika, karena saking parahnya kondisi ketidakjujuran kita, harus dibuat lebih dari satu pengawas.

Ongkos ketidakjujuran yang kedua, yakni ketidaknyamanan, baru bisa saya hayati hari-hari belakangan ini. Hari-hari menghadapi tim audit (keuangan, bukan audit kinerja, performance) adalah hari-hari yang tidak nyaman, panjang, melelahkan dan menghabiskan waktu.

Padahal beberapa waktu lalu, saat baru masuk, saya terkagum-kagum dan bangga akan banyaknya jalur audit, bisa-bisa kalau diitung sampai 2 – 3. Mulai dari audit internal, audit pemerintah sampai audit pemilik saham. Kenapa bangga? Karena sekilas kelihatan gagahnya jika sebuah sistim/unit harus dijaga oleh tim audit.

Namun pemahaman saya mulai terkikis. Saya sekarang semakin kuatir bahwa banyaknya tim audit, adalah gambaran betapa kita berada didalam lingkungan yang tidak bisa dipercaya, tidak berintegritas, tidak mature dan tidak jujur !!!!!!!!!!!!!!!

Dan hari-hari belakangan ini, saya pribadi mulai semakin bisa memaknai ucapan pak Direktur saya yang dulu bahwa ketidaknyamanan juga adalah "ongkos mahal" yang harus dibayar dari pengawasan yang bertujuan agar sistim dan uang tidak diselewengkan . (meski kadang audit juga lebih pada pencegahan)
Ironisnya, ketidaknyamanan itu harus dirasakan oleh semua, termasuk mereka-mereka yang jujur (bahkan ini yang sering ketiban beban), karena audit tidak akan mau tahu apakah anda jujur atau tidak. Yang penting jika waktunya ngaudit, semua akan dibuat tidak nyaman. Ironis, jika karena pelanggaran, kecurangan, ketidakjujuran MUNGKIN hanya dilakukan oleh 1%-5% personnel, namun yang dibuat tidak nyaman harus seluruh pekerja. Ironis, jika biaya audit, semakin hari semakin naik, padahal sesungguhnya bisa kita gunakan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan, misalnya.

Berbicara lebih luas, skala Indonesia, saya mulai berpikir, betapa banyaknya ongkos/biaya yang bisa dihemat jika tidak ada KPK, BPKB, dan Badan-Badan audit lain….. Betapa bisa kita gunakan anggaran badan2 audit tersebut untuk membangun tangggul agar tidak banjir, memperbaiki sekolah agar tidak roboh, membina UMKM agar masyarakat mandiri….

Dan betapa nyamannya hidup jika hari-hari kita bisa dilalui hanya dengan fokus ke pekerjaan, tidak perlu menyiapkan berkas-berkas untuk auditor, tidak merasa dicurigai, dan lain-lain….

Namun saya lagi-lagi kuatir "impian" saya hanya tinggal impian.... tidak pernah menjadi nyata!!!!

Dec 9, 2011

Fenomena Kegombalan

Dunia hiburan terus mengambil bentuk.. Model ludruk, srimulat, empat mata, opera van java, dan raja gombal.... Sama dengan hal2 baru lain, mendengar guyonan ala raja gombal cukup asyik.... Selain karena murni menunjukkan kegombalan, juga lepas dari kepenatan hingar bingar politik, korupsi, bencana alam dan lain- lain.....

Berikut beberapa contoh lawakan ala raja gombal..........

==================

Minum jamu supaya anget
pacaran sama kamu SESUATU BANGET 
===============
-->Mas, Kamu Sudah Nge-Vote Pulau Komodo Jadi Keajaiban Dunia ta?
Belum,Mbak.

=>Lho, Emank Kenapa Koq Gak Nge-Vote,Mas?? Padahal Pulau Komodo Itu Kebanggan Indonesia.

-->Aku Gak Nge-Vote Pulau Komodo Karena Pulsaku Udah Habis Buat Nge-Vote Kamu Menjadi Keajaiban Di Hatiku.hehehe
=================
aku pernah jatuh dari atap dan rasanya nggak enak, aku juga pernah jatuh dari tangga rasanya juga nggak enak, tetapi aku pernah ngrasa'in jatuh yang sangat enak yaitu pada saat jatuh cinta pada kamu, tetapi setelah aku jatuh cinta ke kamu, kamu tau nggak? kalo partikel hatimu telah menyebabkan radiasi dihatiku sehingga menghasilkan unsur yang tidak dapat di uraikan oleh apapun dan tidak dapat diubah.. Dan setelah aku periksa ke dokter., dokter berkata kalo di dalam cinta kita itu tidak tercantum tanggal kadaluwarsa, tetapi tanggal itu akan tercantum diatas batu nisan setelah kita tiada nanti.
==============
Kalau pemerintah mewajibkan ''wajib belajar 9 tahun'',tetapi kalau aku mewajibkan ''wajib mencintaimu seumur hidupku'' 
=============
Kalau dulu Ibu Kartini meningkatkan status sosial wanita, yuk sekarang kita meningkatkan status hubungan kita. 
================
Aku gak pintar mewarnai, makanya aku minta kamu bantu aku mewarnai hidupku
================
Co : Hak semua wanita itu sma, tpi ak enggak stju..
Ce : kok bisa ?
Co : soalnya cuma kamu yg berhak miliki aku..
==========================
Indonesia bangga punya ibu kartini, aku juga pngen anak-anakku bangga punya ibu kyak kamu
==================
1 syawal kan jatuhnya pas hilal keliatan..
Sama kya hatiku, jatuhnya pas liat kamu
==================
co: coba kamu panggil nama ku !
ce: *********, emang kenapa?
co: ooooo ternyata gini rasanya di panggil sama bidadari
========================
Cowo: tau ga seberapa berharganya berlian ?
Cewe: gatau..
Cowo: hmm... Gatau juga gapapa ko, yg penting kamu harus tau seberapa berharganya kamu dihatiku
====================
Cowo: kamu kalo jalan sama aku pasti tiap detik nengok ke aku deh...
Cewe: kok bisa gitu ?
Cowo: abisnya setiap detik detak jantungku memanggil namamu ......
=================
Cowo: kamu tau tinta ga yang ?
Cewe: ya tau lah.....
Cowo: kamu tau ga tinta yang ga bisa ilang ?
Cewe: tinta apa ?
Cowo: tintaku padamu
=====================
Cowo: yang mumpung sebentar lg natalan aku mw tanya. Apa bedanya santa claus sama kamu ?
Cewe: gatau yang, emang apa ?
Cowo: santa claus itu selalu hadir di malam natal, tapi kalo kamu selalu hadir di hatiku
=====================
Co: Nganggur gak? temenin aku jalan yuk.
Ce: Kemana?
Co: Temenin menjalani sisa hidupku*
=================
co : Say…
ce : Ya..
co : Thanks ya yang
ce : Thanks kenapa…?
co : Karena kamu sudah hadir dalam hari-hariku…
================
“Aku tahu aku nggak akan bisa ngasih kamu kesempatan untuk belanja di mall kayak kebanyakan cewek,
aku tahu mungkin aku nggak akan bisa njemput kamu pake mobil,
aku juga nggak akan bisa juga ngajak jalan-jalan ke tempat romantis yang mahal….
tapi aku yakin aku bisa nyayangi kamu, selama kamu mau, selama waktuku ada.”
================
Nge-gombal di telepon :
kita : Halo sayang..
putri : Halo…
kita : Aku baru saja jatuh….
putri : Jatuh? kok bisa? gak papa [dengan panik..dan mungkin kata2 akan bervariasi]
kita : Iya… aku jatuh… tapi aku seneng…. aku jatuh cinta sama kamu…
===============
Co_ bapak kmu yg punya google yah ??
Ce_ engga' lah,, emang knp ??
Co_ soalnya kamu punya semua yg kucari ..
Ce_ yg abang cari apa ??
Co_ CINTA mu..
Ce_ ihh ,, co cweet :D
==============
cowok : kamu tau nggak?
aku bangga banget knapa bisa dilahirin jadi lelaki yg berani kyk gni..
cewek : maksudnya?
cowok : iya kayak lelaki sejati.. berani gitu..
cewek : loh?? Knapa ??
cowok : sebab aku berani mencintai bidadari dari surga yg sangat cantik jelita..dan bidadari itu adalah kamu :)
==========

klo baca dgn serius pasti ngertidah,,,,,
beda sebelum dan sesudah menikah

Sebelum Menikah ............ .
Cowok : Akhirnya aku sudah menunggu saat ini tiba sejak lama
Cewek : Apakah kau rela kalau aku pergi ?
Cowok : Tentu Tidak!!Jangan pernah kau berpikiran seperti itu
Cewek : Apakah Kau mencintaiku ??
Cowok : Tentu !! Selamanya akan tetap begitu
Cewek : Apakah kau pernah selingkuh ??
Cowok : Tidak !! Aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu
Cewek : Maukah kau menciumku ??
Cowok : Ya
Cewek : Sayangku.... ...

Sesudah 5 tahun nikah..... bacanya dibalik dari BAWAH ke ATAS
Co: sayang boleh minta photo kamu ?
Ce: buat apa yang ?
Co: buat kasih tau temen-temen aku kalo bidadari itu bener-bener ada
Ce: iih sayaaaank (malu-malu )

Aug 27, 2011

Ramadan Penuh Warna

Saat bulan Ramadan, saya adalah salah satu orang yang sering merasa iri saat mendengar Ustadz yang dalam khotbahnya selalu merasa berat saat-saat akhir Ramadan akan meninggalkan masa.

Iri karena merasa perasaan berat ditinggal oleh bulan suci rasanya tidak pernah hinggap di hati saya. Ya…… mungkin puluhan tahun lalu saat masih kanak-kanak.. itupun karena kerinduan akan datangnya lebaran, dimana baju baru siap dipakai, bermain mercon dan kembang api serta dapat sangu lebaran. Namun kalau merasa kehilangan, kok rasanya berat untuk saya rasakan.

Kenyataan ini membuat saya bertekad dan meniatkan diri lebih serius untuk lebih menghayati ibadah-ibadah di bulan Ramadan tahun ini, dengan harapan diberi rasa kerinduan serta kehilangan saat nanti ditinggal bulan suci ini.
Saat menulis tulisan ini, Ramadan telah berlalu sebanyak 28 hari. Lagi-lagi pak Ustadz sudah mulai “meratapi” kepergian Ramadan. Kembali saya bertanya, apakah ada rasa itu dalam hati saya?

Tentunya menilai diri sendiri adalah hal yang subjektif. Terus terang saya tidak berani mengatakan bahwa rasa itu sudah mulai ada dihati, atau bahwa Ramadan ini telah lebih baik bagi saya. Mohon maaf, saya tidak berani menyimpulkan demikian!

Namun ada satu rasa yang paling tidak membuat saya gembira, meski mungkin belum sampai ke level “meratapi” kepergian Ramadan. Bahwa terasa Ramadan tahun ini lebih BERWARNA bagi saya pribadi.

Dimulai mengawali Ramadan nun jauh disana disebrang pulau, saat dinas di Bogor. Saya usahakan pulang pas tanggal 31, agar bisa sahur di rumah. Mungkin sholat taraweh lebih banyak di masjid kompleks, tapi yang membuat bulan suci ini lebih berwarna karena hampir sebagian besar Sholat Maghrib saya lakukan di tempat berbeda, mengikuti jadwal buka puasa yang berputar. Kadang di hotel mewah di Jakarta, kadang di kantor Walikota, kadang di masjid Polres, kadang dibalai pertemuan, kadang bersama wartawan, kadang di masjid-masjid di tengah masyarakat, bahkan barusan di tengah kerumunan peternak di perkampungan yang belum terjangkau listrik.

Belum lagi perusahaan yang selalu menyediakan penghuni kompleks dengan ustadz-ustadz skala nasional, yang membuat wawasan ke Islaman terasa makin kaya.

Hal itulah yang membuat Ramadan ini lebih berwarna. Dia mewarnai hati saya, karena dengan bisa bertemu banyak orang, di banyak tempat, dengan variasi kondisi dan status yang lebar, semakin menyadarkan saya, bahwa saya termasuk orang yang beruntung dan patut untuk bersyukur.


Hanya itu mungkin yang bikin saya susah melepaskan Ramadan tahun ini. Semua kebersamaan khususnya saat buka bersama, maghrib berjamaah dengan jamaah yang berbeda di hampir tiap harinya........

Untuk Jiwa Yang Bimbang


Untuk engkau yang hatinya bimbang
dalam ketidak-pastian pilihannya, bisikkanlah

Tuhanku Yang Maha Benar,

Aku datang berserah kepada-Mu
karena telah letih ku bernafas
dalam rasa khawatir dan takut
akan ketidak-pastian ini.


Tuhan kecintaan hidupku,
sesungguhnya kedamaianku
hanya seperkasa keberserahanku
kepada kekuasaan-Mu.

Aku mohon Engkau menegaskan hatiku
untuk menetapkan pilihanku,
yang walau tepat atau tidak
adalah jalan menuju kebaikan hidupku.

Tepatkanlah arah hidupku.

Aamiin
(Mario Teguh)

Jul 20, 2011

Toshiba Libretto W100

Setelah hampir 7 tahun dilayani oleh ACER Travel Mate 2300, 15 inchi, dengan berat hati, akhirnya hati ini terpaksa mulai berpindah ke yang lain.

Setelah melihat berbagai jenis komputer yg tersedia, maka kriteria mulai di set up:
1. Portabel
2. Kemampuan browsing dan email
3. Touch screen
4. Yang utama bisa untuk kerja
5. Bisa untuk mejeng...:)

Akhirnya saya mulai berburu pengganti Acer kesayangan, yang meski masih berfungsi baik, namun beratnya melelahkan pundak. Perburuan saya mulai dari laptop, tablet sampai netbook. Dilanjutkan dengan OS; mulai dari android, windows, QNX, Mac, OSIpad.

Pilihan pertama, jatuh pada tablet.
Kelebihannya lebih pada portabilitas dan fungsi entertainmentnya. Namun ditengah perang tablet yang semakin "ugal-ugalan", euphoria ini bukannya membuat tertarik, sebaliknya membuat saya semakin bingung. Juga melihat fungsinya yang tidak fokus pada fungsi kerja, membuat saya kurang tertarik dengan tablet-tablet tersebut.

Tidak dipungkiri bahwa hati tertarik dengan portabilitas dan trending berbagai tablet ini, namun berat jika tidak mempunyai fungsi utama yang diusung laptop; untuk bekerja.

Pilihan lain; Laptop, atau netbook...? ah sudah agak kuno....
Yang satu besar dan tidak mengusung efek "canggih" khususnya layarnya yang tidak mengakomodir touch screen, sedangkan netbook tidak dilengkapi dengan fungsi maksimal.

Pencarian berwaktu-waktu, akhirnya mengantarkan mata tertarik dengan sebuah gadget yang mengusung fungsi hybrid antara laptop dan tablet. Portabel, touch screen dan ber os windows 7 sehingga berkemampuan laptop..

Dan spek itu diusung oleh produk baru Toshiba. Ya!!! Toshiba Libretto W100!!

Pertama mengenal namanya dari majalah, terasa Libretto sudah membuat penasaran.
Saya melihat nya pertama kali di Balikpapan, namun masih ragu apakah dia tough seperti Acer saya yang sudah lebih enam tahun setia menemani.
Dan saat itu juga harganya yang masih selangit, membuatku minder juga. Sambil menunggu turun harga, akhirnya hati semakin mantap saat ulasan demi ulasan diutarakan, kelebihan dan kekurang diutarakan.

Apalagi saat harga datang dengan harga pameran!!!!!

Libretto ber-bapak laptop dengan mama tablet. Dia berlayar touch kapasitas, dua layar yang bisa diputar 180 derajat sehingga bisa berfungsi semacam tablet. Masing-masing layar 7 incinya bisa bekerja dengan sendiri-sendiri atau extended. Bisa horisontal atau vertikal. Semua bisa dioperasikan dengan jari.

Keyboard dan touch padnya adalah maya, muncul dan hilang saat anda kehendaki, membuat kita seakan berada di abad 23. Windows 7 yang dirancang untuk touch screen, semakin membuat simungil ini mempesona. Meski aplikasi tidak seseksi tablet, namun fungsinya yang tangguh untuk bekerja, membuatnya sepadan untuk harga diatas 8 juta...

Baterai 3 jam. Wifi kencang, dengan tambahan micro SD seakan melipur lara atas 64 GB internal flask disk yang tersedia.

Gampang di tenteng, suara yang enak saat dipasang dengan head phone dan bentuknya yang unik membuat dia semakin seksi.

Sebuah tablet dengan fungsi laptop!

Anda tertarik?

Cek videonya di sini:

Atau berikut speknya:

Overview
The new libretto® W100 ultra mobile PC multiplies your possibilities by offering dual 7” diagonal multi-touch screens that work horizontally or vertically—perfect for ebooks or enjoying movies, music and photos. It also offers easy navigation, along with different virtual keyboards plus a “soft” track pad that let you type, click and browse the way you want.

Detail Specifications

Platform Notebook PC
Processor Type Intel Pentium Processor
Processor Onboard Intel® Pentium® Dual-Core U5400 (1.2 GHz, Cache 3 MB)
Chipset Intel® QS57
Standard Memory 2 GB DDR3 SODIMM PC-8500
Max. Memory 2 GB (1 DIMM)
Video Type Intel® Graphics Media Accelerator HD 729MB (shared)
Display Size 7" WSVGA LED
Dual 7" WSVGA Multi-Touch
Display Max. Resolution 1024 x 600
Display Technology Clear SuperView LED
Audio Type Integrated
Speakers Type Integrated
Floppy Drive Optional
Hard Drive Type 62 GB SSD
Optical Drive Type Optional
Modem Optional
Networking Optional
Network Speed Optional
Wireless Network Type Integrated
Wireless Network Protocol IEEE 802.11b, IEEE 802.11g, IEEE 802.11n
Wireless Bluetooth Integrated
Bluetooth V2.1 with Enhanced Data Rate
Keyboard Type Virtual Keyboard
Input Device Type Virtual Touch Pad
Slot Provided Not available
Card Reader Provided Micro SD
Interface Provided 1x USB 2.0, Audio
Webcamera 1 MP
O/S Provided Microsoft Windows 7 Home Premium
Battery Type Rechargeable Lithium-ion Battery 8 Cell
Power Supply External AC Adapter
Dimension (WHD) 7.95 x 1.2 x 4.84 inch
Weight 819 g
Standard Warranty 1-year Limited Warranty by Authorized Distributor
Bundled Peripherals Optional
Package Contents Contents may vary

Jul 1, 2011

Debu yang Terbang Bebas

Pagi itu, sayup-sayup dering handphone terdengar, bercampur dengan cerita mimpi yang semakin campur aduk. Refleks, mata terbuka sebentar dan refleks juga saya ingat bahwa hari ini saya sedang cuti. Dengan berat hati, kulanjutkan kembali cerita mimpi campur aduk yang baru saja tepotong….:). Ah nanti saja aku call balik…

Email di BB, yang hari-hari menumpuk, yang biasanya langsung saya baca dan follow up, kali ini saya tega-tegakan untuk diturunkan urgensinya, karena toh kewenangan sudah didelegasikan dan sebelum berangkat cuti sudah saya set vacation rule yang akan otomatis mereply sender dengan catatan dibawah ini:

==== this is an automated reply ====


Bapak-Ibu yth,

Saat ini saya sedang menjalani cuti sampai dengan tanggal 5 Juli 2011, sehingga respon terhadap email Bapak-Ibu kemungkinan akan sedikit lambat.

Jika ada kepentingan yang urgent, mhn langsung menghubungi kantor Corporate Communication PT Badak NGL.

Salam hormat,
Busori S


==================================

Well, setelah setahun lebih ngantor, adalah sebuah privilege, saya bisa menghabiskan hari-hari yang seharusnya saya gunakan untuk “melayani” public, saya gunakan dengan sesuka-sukanya. Saya selalu ingat saat-saat dulu belajar cross culture understanding, dimana dibelahan dunia barat sana, menurut mereka cuti adalah sebuah pencapaian personal, yang sangat didambakan oleh mereka yang telah menghabiskan waktunya selama setahun penuh untuk lelah baik jasmani maupun mental.
Bahkan tak jarang mereka mengumpulkan semua gajinya untuk dinikmati saat cuti atau vacation.

Meski tidak seserius mereka yang dari barat dalam hal cuti, karena sempat 1,5 hari saya harus masuk kerja sebab ada yg tidak bisa ditinggalkan, atau harus angkat dering HP dari rekan eksternal yang kuatirnya mempunyai keperluan yg sangat penting, namun hari libur kerja ini betul-betul saya nikmati dengan sesungguhnya.

Menyusul istri dan anak yang telah pergi duluan ke Jawa, nongkrong di café airport BPP selama tiga jam, berleha-leha di executive lounge bersama keluarga, ke pantai, naik speed boat, entertain saudara yg sedang berkunjung, makan siang diatas laut, tidur selama setengah hari, dan lain-lain.

Ups ingat, masih sempat juga sih saya kerjakan Karya Tulis Ilmiah, sebagai syarat naik kelas, meski juga dengan santai dan dalam aroma cuti dan kopi.
Saya sempatkan juga menikmati beberapa buku yang belum sempat terselesaikan selama ini, meski aktifitas browsing lebih mendominan.

Dalam keheningan, tanpa ada perintah, komplain, eyel-eyelan, ngedumel, nggosipin yang lain, dikejar dead line, di blame, dan kegiatan-kegiatan lain, mengingatkan saya akan sebuah hasil perenungan orang bijak yang menyenandungkan beratnya tanggung jawab menjalani kehidupan, sehingga suatu kali beliau sempat berkata, “Tuhan kenapa tidak saja kau ciptakan aku sebagai debu, yang tidak harus mempertanggungjawabkan semua ini kepada Mu, nanti!”. Hehehe,,, he needed vacation, indeed..!

Upss, sorry saya tinggal, HP saya berbunyi.....
Selamat cuti dan mengistirahatkan semuanya……