“The Traveller--Two roads diverged in a wood and I – I took the one less traveled by.” – Robert Frost! Catatan Perjalanan.: Revolusi Energi

Catatan Perjalanan.

Jun 6, 2012

Revolusi Energi

Saat menulis blog ini, saya sedang duduk di lounge Bank Mandiri di bandara Soekarno-Hatta, pas dekat kaca dengan view menghadap arah parkir pesawat. Selain pesawat parkir yang terlihat berjajar rapi, yang mungkin mengindikasikan tumbuhnya ekonomi negeri ini dengan pesat, juga terlihat tanker pengangkut bahan bakar pesawat yang sedang lalu lalang. Tentunya mengisi penuh pesawat yang hendak terbang dengan bahan bakar. 


Pertumbuhan ekonomi yang pesat mendorong kebutuhan akan  energi semakin terus meningkat. Pentingnya energi ini bahkan sering mendorong munculnya persaingan memperebutkan sumber-sumber energi, yang saat ini bahkan terlihat sudah mulai kasar. Sebuah cerminan peran energi yang semakin meningkat dan dikhawatirkan akan mengejar statusnya sebagai kebutuhan pokok, bukan lagi kebutuhan sekunder.

Sementara itu, di dalam negeri, hari-hari terakhir ini, koran-koran pun mulai menulis keriuhan masyarakat yang pro dan kontra dalam menyikapi usaha Pemerintah guna efisiensi energi, dengan cara antara lain membatasi bbm bersubsidi. Segala cara ditempuh oleh semua pihak untuk melakukan tindakan "kreatif" dalam menghemat energi.

Usaha-usaha seluruh pihak untuk mencari terobosan dalam mencari sumber energi atau cara alternatif dalam usaha efisiensi energi, bagaimanapun juga patut diapresiasi! Meskipun jika dihitung-hitung, hal tersebut tidak akan terlalu berdampak signifikan dalam usaha untuk menyediakan energi yang cukup bagi masyarakat serta dengan biaya yang logis.
Kenapa? Karena inti dari masalahnya belum tersentuh.

Yang dibutuhkan oleh Indonesia saat ini bukan usaha efisiensi "kecil-kecilan", melainkan diperlukan sebuah revolusi dalam mencari sumber energi. Meminjam istilah revolusi dalam kaitannya dengan revolusi industri yang mengubah dunia "kuno" menjadi dunia modern yang kita lihat saat ini; sebuah dunia yang rakus akan energi fosil.

Kenapa kita perlu revolusi (lagi) ? Karena untuk bisa lepas dari mindset atau tradisi atau lingkaran setan, pemanfaatan bahan bakar fosil, khususnya yang berasal dari minyak bumi, yang telah kita lakukan sejak republik ini berdiri, diperlukan usaha yang ekstra , cepat dan revolusioner. Dan juga kKarena untuk keluar dari lingkaran pemakai minyak bumi, tentunya kita akan mengusik banyak kepentingan!!!

Namun, apapun resikonya dan beratnya tantangan untuk lepas dari ketergantungan atas bahan bakar minyak bumi (dan turunannya), Indonesia sudah waktunya bangun dan menyadari betapa sekarang saatnya telah tiba untuk mulai meninggalkan bahan bakar fosil, yang cepat atau lambat akan habis, dan akhirnya harus beralih ke energi yang unlimited, berlimpah dan tidak pernah habis bahkan terbarukan. Serta hendaknya kita mulai menyadari bahwa selama ini telah menyia-nyiakan potensi sumber energi yang berlimpah yang sebenarnya telah kita miliki...

Berlimpah? Ya. Mari kita ambil beberapa fakta ttg hal tersebut yang bahkan sering terlupakan.

1. Indonesia adalah negara tropis. Terletak tepat di bawah garis khatulistiwa. Salah satu efeknya adalah bahwa matahari tidak akan pernah bosan menyambangi wilayah ini, bahkan meski saat musim hujan. Apalagi saat musim kemarau.

Ironis jika kita membayangkan saat ini masih ditemui banyak penduduk di pulau- pulau terpencil dan kecil dimana tdk mungkin PLN menyambungkan jaringannya (karena nggak mungkin untung...), masih rela menunggu masuknya listrik. Padahal seharusnya dg niat dan dukungan kuat, panel tenaga surya akan dengan murah diproduksi secara massal dan lebih efisien digunakan dalam kondisi ini.

2. Angin hampir tiap hari berhembus di wilayah manapun asal masih di Indonesia. Sayangnya pemanfataannya masih dalam skala malu-malu kucing. Negara lain sudah banyak memakai energi angin, sedangkan di negara kita energi angin hanya digunakan anak2 untuk main layang-layang.

3. Indonesia selalu disebut-sebut saat gunungnya mengamuk. Dia tepat berada di lintasan "ring of fire". Dibalik keganasan itu tersimpan energi panas bumi berlimpah yg masih terbengkalai. Kabar baiknya, energi panas bumi yang unlimited dan bersih sudah mulai digunakan untuk listrik. 
Dan sumber daya kita akan energi ini tidak main-main. Berdasarkan study terbaru sekitar 40% cadangan energi panas bumi dunia dikuasai oleh Indonesia! Hal ini tentunya paut menjadi perhatian kita, dari yang semula terpaku pada bahan bakar fosil untuk segera membuat strategi pemanfaatn energi panas bumi yang sustainable.

Paling tidak energi panas bumi bisa digenjot untuk mengatasi kebutuhan listrik dalam negeri, jika sumber energi lain semisal batu bara ataupun gas harus di jual untuk nambal APBN kita....


4. Air laut maupun air sungai bahkan air waduk yang melimpah pun masih minim dimanfaatkan. Padahal seberapapun anda perlu, sumber energi ini siap digunakan.

5. Gas bumi mungkin lebih beruntung dibanding minyak bumi Indonesia karena  dieksploitasi belakangan, sehingga cadangannya relatif masih melimpah. Juga ditemukannya gas shale, CBM serta dengan tekhnologi yang semakin efisien, seharusnya gas mulai menggantikan minyak bumi. Saat ini gas masih berlimpah dan murah, namun karena infrastruktur di dalam negeri belum siap, maka sebagian besar diekspor.

6. Tidak cukup itu, bahkan kita pun dianugerahi tanaman yang bisa menghasilkan bio diesel, semacam pohon jarak, dan lainnya. Bahkan saudara tua kita, Nippon, di jaman 45-an pun sudah mulai melirik pohon jarak untuk pelumas dan bahan-bakar. Sayangnya kita terlanjur terbuai oleh minyak bumi, sehingga tidak sempat melanjutkan ide kreatif dari saudara tua kita itu.  

Dan saya yakin seyakin-yakinnya bahwa masih terdapat sumber-sumber energi lain, baik yang unlimited disediakan oleh alam maupun terbarukan.
Beberapa sumber energi anugrah Tuhan diatas, sungguh sayang belum mendapat sentuhan kreatifitas kita. Untuk bisa mengubah mindset  kita yang masih tergantung pada minyak bumi, bukanlah usaha kecil dan mudah.  Kenapa? Karena ini adalah tugas besar, yang hanya bisa dilakukan dengan kapasitas skala Pemerintah...


2 Comments:

At May 26, 2013 at 5:02 AM , Anonymous Anonymous said...

I'll be posting my own version of this as soon as I've looκed into
it furthеr. For nοw I'll just say I'm not pеrsuaԁed bу іt.


Here іs my web pаge ... fast cash payday loans uk

 
At May 30, 2013 at 12:36 PM , Anonymous Anonymous said...

Ѕo much for аttemptіng this myself,
I won't be able to manage it. I'll just learn аbout it instеaԁ.


Mу webѕite www.nexusdb.com

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home