“The Traveller--Two roads diverged in a wood and I – I took the one less traveled by.” – Robert Frost! Catatan Perjalanan.: Antilibrary

Catatan Perjalanan.

Mar 8, 2009

Antilibrary

@ http://busori.blogspot.com

Rekan atau tamu yang datang ke rumah dan menyempatkan diri ke ruang keluarga, kebanyakan memberi komentar yang hampir seragam, saat beliau-beliau melihat rak buku yang penuh dengan berbagai buku. Kalau dikumpul-kumpul tak kurang sekitar 2.000 judul ada didalamnya, belum termasuk CD, VCD, DVD dan Kaset, baik yang keluaran terbaru maupun kenangan lama. Dan sekarang bahkan buku-buku mulai terlihat berjubel, karena rak yang semakin penuh dan ruang keluarga yang tidak memungkinkan untuk ditambahi rak baru. Sehingga lebih menarik minat beliau-beliau yang berkunjung untuk lebih berkomentar.

Komentar detailnya beragam, namun komentar umum dan yang sering susah menjawabnya adalah, “Wow mas, bukunya banyak sekali! Apa semua sudah di baca?”. Susah menjawabnya karena, terus terang, banyak diantara buku-buku tersebut yang memang belum terbaca! Dan anehnya, menurut saya, memang buku-buku tersebut bukan/tidak harus dibaca seluruhnya.

Lantas untuk apa? Apa nggak mubadzir, dan buang-buang uang?

Tidak!!
Karena selain buku-buku tersebut bermanfaat untuk bahan bacaan (..... kadang teman tertarik baca sehingga dipinjamkan juga...... tapi dengan catatan harus balik lho ya ), ternyata mempunyai manfaat lain yang tidak kalah pentingnya. Sebagai referensi! Ada kalanya disaat-saat tertentu kita butuh sekali referensi sebagai data pendukung untuk pekerjaan, pengetahuan umum dan lain-lain. Dan sungguh menggemeskan, di saat kita perlu data, ternyata referensi tidak ada. Untungnya sekarang, internet yang super mudah diakses sangat membantu untuk menjadi referensi, meski ada bagian buku yang tetap tak tergantikan oleh internet.

Selain fungsinya sebagai referensi sehingga tidak harus dibaca seluruhnya, memang saya sengaja meninggalkan beberapa buku tak terbaca habis atau bahkan masih berada dalam plastiknya, karena suatu feeling yang tak logis. Perasaan, jika di rak buku sudah tidak ada buku yang belum dibaca, kok malah nggak enak, nggak ada yang baru dan hampa. Nah kalau ada buku yang masih berada dalam plastiknya, seakan-akan ada ”harapan” setiap kali melihat rak buku. Bahkan terkadang kalau nggak ada stock buku baru, sengaja saya sisakan buku tersebut tak terbuka.... sampai ada buku baru yang datang. Aneh kan???
-------

Jawaban saya terhadap komen teman-teman dan feeling saya yang tak logis terhadap perlunya buku baru berplastik di rak buku, seperti yang saya ceritakan diatas ternyata menemukan referensinya, saat kemarin saya sempatkan membaca sebuah buku best seller ”The Black Swan”.

Jawaban saya yang terkesan pendapat pribadi di atas, dan feeling tak logis saya yang terkesan dibuat-buat atas perlunya buku yang belum terbaca di rak buku, ternyata berdasar ilmiah (di kaji dalam satu bagian pendek buku The Black Swan) dan dipraktikkan juga oleh penulis ternama (saya sih bukan penulis ternama, tapi pembaca yang nggak terpola....:)

Umberto Uco (seorang penulis terkenal dengan koleksi buku di perpustakaan pribadinya sebanyak 30 ribu judul), ternyata menggolongkan pengunjung perpustakaan pribadinya menjadi 2 yaitu yang memberi komen, ”Wow! Signore professore dottore Eco, hebat perpustakaan yang Anda miliki! Berapa banyak di antara buku ini yang telah anda baca?”, sebagai golongan pertama.

Dan sebuah kelompok lain----sedikit sekali----- yang paham bahwa perpustakaan pribadi bukan pelengkap untuk menaikkan gengsi pemiliknya, melainkan alat untuk penelitian. BUKU-BUKU YANG TELAH TERBACA MEMILIKI NILAI JAUH LEBIH RENDAH DARIPADA BUKU-BUKU YANG BELUM TERBACA.

Lebih lanjut The Black Swan mengulas bahwa perpustakaan harus berisi sebanyak mungkin hal-hal yang tidak anda ketahui, sama seperti informasi keuangan, yang tidak harus Anda kuasai seluruhnya tetapi dapat anda ketahui/dapatkan ketika diperlukan.

Kita akan menghimpun pengetahuan dan buku lebih banyak sejalan dengan pertambahan usia. Sejalan dengan berjalannya hidup kita, harusnya makin banyak buku di rak yang belum terbaca. Kumpulan buku yang belum terbaca inilah yang disebut dengan antilibrary.

Sayangnya selama ini kita lebih berfokus pada buku-buku yang sudah kita baca, yang nota bene, masih sangat sedikit. Padahal diluar sana, masih lebih banyak lagi buku-buku yang belum tuntas terbaca, bahkan tersentuh pun belum...!!!!!!!

Hampir sama dengan di kehidupan kita. Kita terlalu sering berfokus pada apa yang sudah kita ketahui, yang nota bene masih sangat sedikit. Padahal diluar sana, masih banyak dan mungkin tak terhingga, hal-hal yang belum kita ketahui... Di luar sana masih banyak hal-hal baru yang belum kita ”baca”!!!!!!!

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home