β€œThe Traveller--Two roads diverged in a wood and I – I took the one less traveled by.” – Robert Frost! Catatan Perjalanan.: Gaya Berpikir Kita (Klik untuk tes diri anda)

Catatan Perjalanan.

Sep 10, 2008

Gaya Berpikir Kita (Klik untuk tes diri anda)


Gaya Berpikir

1. Sekuensial Konkret
2. Sekuensial Abstrak
3. Acak Abstrak
4. Acak Konkret

Keterangan:

1. Sekuensial Konkret
Pemikir sekuensial konkret berpegang pada kenyataan (yang nyata-nyata aja, ogah mikir yang nggak jelas juntrungannya) dan teratur (kayak serdadu, pagi jam segini kudu ngapain, entar setengah siang kudu ngapain, agak sorean dikit kudu ngapain, udah jelas jadwalnya).
Mereka biasanya sangat teliti, detail, memperhatikan dan mengingat realitas dengan mudah, kejadian-kejadian, informasi, rumus-rumus dan aturan-aturan yang njelimet dengan mudah mereka ingat.

Catatan atau makalah adalah cara baik bagi orang-orang ini untuk belajar. Mereka sangat suka pengarahan dan prosedur khusus. Karena kebanyakan dunia bisnis diatur dengan cara ini, mereka menjadi orang-orang bisnis yang sangat baik.
Seorang pemikir sekuensial konkret cenderung untuk memilih liburan yg pernah dilakukan sebelumnya,pergi ke tempat yang sama, memilih biro perjalanan yang sama, dan melakukan aktivitas yang sama. Kapan dan kemana akan pergi, berapa lama akan tinggal, berapa banyak uang yang akan dihabiskan semua sudah direncanakan, mungkin dengan memasukan uang ke dalam amplop yang terpisah untuk setiap keperluan.

2. Acak Konkret
Pemikir tipe ini mempunyai sikap eksperimental (suka coba-coba, trial and error) yang diiringi dengan perilaku yang kurang terstruktur. Mereka lebih berorientasi pada proses dari pada hasil, proyek-proyek yang mereka kerjakan seringkali tidak berjalan sesuai dengan yang mereka rencanakan, karena waktu-nya habis untuk mengerjakan sesuatu yang tidak direncanakan karena terlalu meng-ekspore permasalahan-permasalahan yang muncul. Mereka yang berfikir tipe ini, enggak suka diatur dan cenderung ogah mikir yang rumit-rumit.

3. Acak Abstrak.
Mereka yang berfikir Acak Abstrak dunianya diselubungi perasaan dan emosi. Mereka tertarik pada nuansa dan sebagian lagi cenderung pada mistisme (berbakat jadi dukun).

Kebalikan dengan yang yang sekuensial konkret, mereka yang berfikir acak abstrak merasa terkekang jika berada di lingkungan yang sangat teratur,sehingga mereka akan tersiksa jika bekerja di bank, asuransi atau perusahaan sejenis. Mereka senang dng ketidakteraturan dan menyukai berhubungan dng orang-orang. Walaupun orang-orang tipe ini cukup banyak jumlahnya, namun dunia tidak akan berjalan dengan gaya ini.

Bertolak belakang dengan sekuensial konkret, mereka yang berfikir Acak abstrak, jika berlibur mungkin akan pergi ke suatu tempat yang belum pernah dikunjungi, tempat yang pernah diceritakan oleh seseorang dengan sangat menarik dan mengagumkan.

Mereka tidak akan menentukan pilihan berlibur berdasarkan brosur. Pemikir acak abstrak akan mengajak teman-teman bila berlibur, meraka ingin liburan mereka tidak teratur, dan begitu tiba ditempat liburan, akan melakukan apa saja yang terasa menyenangkan pada saat itu. Makanya mereka yang berfikir Acak Abstrak enggak cocok kalo liburan bareng sama yang sekuensial konkret, bisa-bisa cakar-cakaran.

4. Sekuensial Abstrak.
Filosof dan ilmuwan peneliti ternama mempunyai cara berfikir tipe ini, mereka berfikir dalam konsep dan menganalis informasi. Dunia mereka dunia teori metafisis dan pemikiran abstrak. Mereka sangat menghargai orang-orang dan peristiwa-peristiwa yang teratur rapi. Proses berfikir mereka logis, rasional dan intelektual. Aktivitas favorit mereka adalah membaca, dan jika mereka mengerjakan sesuatu mereka akan melakukan dan memikirkan secara mendalam. Mereka ingin mengetahui sebab-sebab dibalik akibat dan memahami teori-teori dan konsepnya. Biasanya mereka lebih suka bekerja sendiri dari berkelompok.

Untuk melihat gaya pikir anda, klik judul diatas atau silahkan download di download area.

1 Comments:

At February 4, 2014 at 5:10 PM , Blogger YOSEPINA DUA PADANG said...

This comment has been removed by the author.

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home