Jul 1, 2011

Debu yang Terbang Bebas

Pagi itu, sayup-sayup dering handphone terdengar, bercampur dengan cerita mimpi yang semakin campur aduk. Refleks, mata terbuka sebentar dan refleks juga saya ingat bahwa hari ini saya sedang cuti. Dengan berat hati, kulanjutkan kembali cerita mimpi campur aduk yang baru saja tepotong….:). Ah nanti saja aku call balik…

Email di BB, yang hari-hari menumpuk, yang biasanya langsung saya baca dan follow up, kali ini saya tega-tegakan untuk diturunkan urgensinya, karena toh kewenangan sudah didelegasikan dan sebelum berangkat cuti sudah saya set vacation rule yang akan otomatis mereply sender dengan catatan dibawah ini:

==== this is an automated reply ====


Bapak-Ibu yth,

Saat ini saya sedang menjalani cuti sampai dengan tanggal 5 Juli 2011, sehingga respon terhadap email Bapak-Ibu kemungkinan akan sedikit lambat.

Jika ada kepentingan yang urgent, mhn langsung menghubungi kantor Corporate Communication PT Badak NGL.

Salam hormat,
Busori S


==================================

Well, setelah setahun lebih ngantor, adalah sebuah privilege, saya bisa menghabiskan hari-hari yang seharusnya saya gunakan untuk “melayani” public, saya gunakan dengan sesuka-sukanya. Saya selalu ingat saat-saat dulu belajar cross culture understanding, dimana dibelahan dunia barat sana, menurut mereka cuti adalah sebuah pencapaian personal, yang sangat didambakan oleh mereka yang telah menghabiskan waktunya selama setahun penuh untuk lelah baik jasmani maupun mental.
Bahkan tak jarang mereka mengumpulkan semua gajinya untuk dinikmati saat cuti atau vacation.

Meski tidak seserius mereka yang dari barat dalam hal cuti, karena sempat 1,5 hari saya harus masuk kerja sebab ada yg tidak bisa ditinggalkan, atau harus angkat dering HP dari rekan eksternal yang kuatirnya mempunyai keperluan yg sangat penting, namun hari libur kerja ini betul-betul saya nikmati dengan sesungguhnya.

Menyusul istri dan anak yang telah pergi duluan ke Jawa, nongkrong di café airport BPP selama tiga jam, berleha-leha di executive lounge bersama keluarga, ke pantai, naik speed boat, entertain saudara yg sedang berkunjung, makan siang diatas laut, tidur selama setengah hari, dan lain-lain.

Ups ingat, masih sempat juga sih saya kerjakan Karya Tulis Ilmiah, sebagai syarat naik kelas, meski juga dengan santai dan dalam aroma cuti dan kopi.
Saya sempatkan juga menikmati beberapa buku yang belum sempat terselesaikan selama ini, meski aktifitas browsing lebih mendominan.

Dalam keheningan, tanpa ada perintah, komplain, eyel-eyelan, ngedumel, nggosipin yang lain, dikejar dead line, di blame, dan kegiatan-kegiatan lain, mengingatkan saya akan sebuah hasil perenungan orang bijak yang menyenandungkan beratnya tanggung jawab menjalani kehidupan, sehingga suatu kali beliau sempat berkata, “Tuhan kenapa tidak saja kau ciptakan aku sebagai debu, yang tidak harus mempertanggungjawabkan semua ini kepada Mu, nanti!”. Hehehe,,, he needed vacation, indeed..!

Upss, sorry saya tinggal, HP saya berbunyi.....
Selamat cuti dan mengistirahatkan semuanya……

No comments:

Post a Comment