“The Traveller--Two roads diverged in a wood and I – I took the one less traveled by.” – Robert Frost! Catatan Perjalanan.: Semua Berjalan Dengan Alasan

Catatan Perjalanan.

Jul 23, 2010

Semua Berjalan Dengan Alasan

Siang itu, helper bis sekolah seperti biasanya mulai melakukan pekerjaan pembersihan, setelah selesai mengantar adik-adik ke sekolah masing-masing. Ditengah keasyikan melakukan pekerjaannya, tiba-tiba dia melihat sepasang kaos kaki yang terlihat masih baru tergeletak diatas salah satu kursi bis.

Dilihatinya dengan seksama kaos kaki tersebut. Dan jelas bahwa ukuran nya menunjukkan kalau kaos kaki tersebut untuk ukuran orang dewasa dan XL!.... Agak lama dia berusaha memahami kejadian tersebut.

“ Tadi pagi saat sebelum berangkat, tidak ada satupun benda asing ada di dalam bis, termasuk kaos kaki. Dan bis ini hanya mengangkut adik-adik, bukan pekerja atau tamu. Lantas, gimana kaos kaki orang dewasa yang masih baru dan licin karena setrikaan, serta bermerk ini tiba-tiba teronggok di salah satu kursi bisku?”………..

Dia lapor ke supervisornya, dan terlihat bahkan supervisornya tak habis pikir, bagaimana kaos kaki dewasa ini sampai di dalam bis sekolah………


==========

Empat jam sebelumnya, sekitar jam 06.30. Di rumah salah seorang pekerja.
Ayah, "Ma, mana kaos kakinya?”
Istri, "Di kursi Yah. Sudah disiapin tadi!”
Suami, "Nggak ada Ma. Ayo Ma, nih sudah mau berangkat. Tolong kaos kakinya!”
Istri, "Lho tadi disini. Coba ayah berdiri, siapa tahu kedudukan ayah.”
Suami, "Lha Mama, dibilangin nggak ada kok nggak percaya.”
Istri, "Iya ya, tadi sudah tak siapin bareng sepatunya kok? Kemana ya?” Tak ambilin yang baru aja Yah!”

==========

Empat setengah jam sebelumnya.
Mama, seperti biasa, pagi itu sibuk menyiapkan persiapan sekolah 3 anak-anak. Si kecil baru mulai masuk TK, si kakak tengah kelas lima dan teteh sulungnya kelas 2 SMP. Plus kesibukan lainnya, menyiapkan persiapan untuk sang ayah yang berangkatnya juga hampir bersamaan.

4 orang berangkat pagi, paling tidak membuat mama harus menyiapkan jadwal kecil-kecilan, mulai dari siapa yang mandi dahulu sampai makan paginya. 2 kecil terakhir masih agak manja, sehingga kadang mandipun harus dipandu, agar tidak selip dengan jadwal bis sekolah.

Pagi itu, si kakak tengah agak lama bercermin sehingga saat bis sekolah datang, dia harus terburu-buru, sambar sana sambar sini. Dia memang lebih banyak terburu-buru saat bis datang menjemput. Dan ditengah keterburuannya, tanpa sadar dia menyambar sesuatu di kursi dan dengan enteng dimasukkan di saku tasnya, bersama dengan tempat bekal minumnya.

===============

Jam 6.35 didalam bis sekolah. Seorang anak yang kalau ditilik dari bajunya adalah murid SD, sedang beringsut-ingsut terlihat malu, saat tangannya meraba botol minumnya untuk memastikan dia tidak kelupaan membawanya karena pagi ini ada kelas olah raga… tiba-tiba menyentuh sesuatu seperti kain. Dilihatnya… ternyata sepasang kaos kaki, hitam…..” ha, milik ayah!”….

Entah apa yang ada dalam pikirannya, pelan-pelan agar tidak diketahui teman-teman, bahkan kakaknya yang sedang duduk disampingnya, dia menurunkan sepasang kaos kaki ke samping tempat duduknya!...

===========

Dua hari berlalu
Istri, “ Yah tahu, kemarin waktu nyari kaos kaki, nggak ketemu. Ternyata terbawa si kakak dan katanya karena malu, diletakkan begitu saja di bangku bis………... Tolong jangan bilang-bilang ya, dia kayaknya malu..!"

=======================================

Dua hari yang lalu, saat waktu beranjak siang, di sebuah pool transport perusahaan....

Seorang helper bis sekolah seperti biasanya mulai melakukan pekerjaan pembersihan, setelah selesai mengantar adik-adik ke sekolah masing-masing. Ditengah keasyikan melakukan pekerjaannya, tiba-tiba dia melihat sepasang kaos kaki yang terlihat masih baru tergeletak diatas salah satu kursi bis.

Dilihatinya dengan seksama kaos kaki tersebut. Dan jelas bahwa ukuran nya menunjukkan kalau kaos kaki tersebut untuk ukuran orang dewasa dan XL!.... Agak lama dia berusaha memahami kejadian tersebut.

“ Tadi pagi saat sebelum berangkat, tidak ada satupun benda asing ada di dalam bis, termasuk kaos kaki. Dan bis ini hanya mengangkut adik-adik, bukan pekerja atau tamu. Lantas, gimana kaos kaki orang dewasa yang masih baru dan licin karena setrikaan, serta bermerk ini tiba-tiba teronggok di salah satu kursi bisku?”………..

Dia lapor ke supervisornya, dan terlihat bahkan supervisornya tak habis pikir, bagaimana kaos kaki dewasa ini sampai di dalam bis sekolah……… dst, dst, dst......

==========

Dan sang waktu terus berjalan berdasarkan keteraturan dan ketentuan yang telah diatur dengan akurat dan indah... Semua berjalan teratur karena suatu alasan.. TIDAK ADA YANG KEBETULAN!

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home