“The Traveller--Two roads diverged in a wood and I – I took the one less traveled by.” – Robert Frost! Catatan Perjalanan.: TERIMA KASIH

Catatan Perjalanan.

Sep 6, 2009

TERIMA KASIH

Seperti tahun-tahun sebelumnya, bulan Juli lalu, saya kembali mendapat panggilan untuk General Medical Check-up. Bersama anak dan istri, biasanya kami habiskan satu hari untuk kegiatan ini.

Pagi dimulai dengan check administrasi (termasuk tinggi badan, tekanan darah dan pertanyaan-pertanyaan standar lain). Cek urine, rongten dan kandungan kimia darah. Baru kita boleh buka puasa, yang mana puasanya harus dimulai jam 10 malam sebelumnya. Lanjut dengan Tread Mill untuk mengecek jantung. Gigi juga nggak boleh luput dari penglihatan.

Siang sehabis makan, kami harus konsul ke Dokter untuk mendapat masukan- masukan berdasarkan hasil medical check up dipagi harinya tadi.

Kegiatan ini selain memang perlu untuk “preventive maintenance” (istilah orang pabrik) tubuh kita, juga sering kami manfaatkan untuk sosialisasi. Tak jarang saat medical check-up lah saya bisa bertemu dengan rekan-rekan, yang selama ini karena kesibukan, terpaksa terlupakan untuk sementara.-----------

Duduk di deretan kursi sambil melihat barisan rekan lain yang sedang antri, tanpa sadar seseorang menepuk pundak dan berucap, “ Pak Bus, waduh gimana kabarnya?”. Ngalor-ngidul, bincang sana, bincang sini, akhirnya sampai saatnya teman yang ternyata sudah MPP ini membuat sebuah pengakuan.

“Pak Bus, saya terus terang selalu ingat sampeyan, khususnya saat dulu mengajar kami. Soalnya baru kali itu saya merasa mendapat guru yang sangat cocok dengan kami, khususnya saya. Terima kasih ya p. Bus”………………

Memang sekitar 7 tahun lalu saya sempat mengajar Bapak/Ibu Pekerja. Tapi 7 tahun saya pikir adalah waktu yang terlalu lama untuk sekedar ucapan terima kasih.

Meski agak aneh, ucapan apresiasi itu tak luput memberi kebahagiaan tersendiri bagi saya pribadi. Membuat saya berpikir kembali, betapa sebuah ucapan terima kasih “kecil” yang tulus adalah sebuah hal yang penting. Nilainya juga ternyata tidak lekang oleh lamanya waktu…

Jadi jangan berberat-berat untuk membiasakan diri berucap “Terima Kasih”. Terima kasih.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home