“The Traveller--Two roads diverged in a wood and I – I took the one less traveled by.” – Robert Frost! Catatan Perjalanan.: ® EVOLUSI KORESPONDENSI

Catatan Perjalanan.

Nov 20, 2008

® EVOLUSI KORESPONDENSI

Dahulu kala, merpati adalah alat korespondensi paling canggih dijamannya.......
Hingga akhirnya....... sebuah (R) Evolusi terjadi….

=@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Tentu tidak pernah kita lupakan kehebatan telex di jamannya. Mulai dari dokumen resmi versi militer, sampai panggilan kerja pada saat itu sangat tergantung pada fungsinya. Berbarengan, telegram juga menjadi idola dijamannya. Mulai dari fungsinya sebagai ”Telegram Rahasia” sampai menjelang akhir masanya dimanfaatkan untuk fungsi sampingan semisal mengirim tulisan yang sedikit berwarna. Salah satu dari kita pasti pernah menikmati kemewahan telegram indah saat mengucapkan ucapan lebaran.

Di saat pesawat telepon hanya berfungsi untuk kebutuhan komunikasi suara paling dasar, diperlukan alat yang bisa digunakan ”setengah” resmi dan tertulis untuk berkomunikasi.

Faksimile adalah fungsi yang lebih maju dibanding pendahulu-pendahulunya. Namun untuk bisa berfaksimili, diperlukan sebuah perangkat extra untuk saat itu, sehingga hanya dinikmati oleh kalangan terbatas yg mampu. Komunikasi semakin mudah saat kita disuguhi dengan munculnya telepon umum koin, yang disusul dengan telepon umum kartu, sekitar 93-an.

Kartu lebaran atau ucapan peringatan hari khusus, yang mengandalkan kurir (jaman itu mungkin hanya Kantor Pos ya) dan merupakan idola saat itu, pun makin kesini semakin tergeser. Kartu pos sudah tidak praktis lagi manakala, muncul teknologi SMS dan MMS yang semakin berwarna. Sekarang telepon umum, bahkan box nya pun, tak berbekas. Telpon rumah yg dulunya menunjukkan prestise sebuah keluarga mampu, kini hampir tak pernah terjamah kecuali untuk jaringan internal.

Surat dan amplopnya serta perangkonya yang pernah menjadi benda paling bermanfaat di jamannya sekaligus paling favorit, mungkin saat ini hanya bisa dihitung dengan jari pemakaiannya. Kalaupun ada kiriman lewat kurir, maka kebanyakan hanya dokumen asli, bukan lagi surat resmi, apalagi surat kangen-kangenan dan surat cinta...

Faksimile yang selanjutnya mengambil alih beberapa fungsi surat sebagai media korespondensi pun rasanya tak akan bertahan hidup lama lagi, manakala dokumen resmi bisa di scan dan dikirim lewat e-mail, baik lewat modem (internet) maupun GPRS atau HSDPA (PDA/HP). Di saat alat-alat komunikasi ”kuno” semakin terbengkalai, percepatan evolusi korespondensi semakin menjadi-jadi. Persetujuan resmi, yang dulunya harus langsung dilakukan di hardcopy, sekarang bahkan bisa diapprove lewat email dan fasilitas elektronik lainnya. Tender yang dulu harus dengan disertai dokumen tebal-tebal sekarangpun bisa lewat e-procurement. Lamaran yang dulu harus ditulis tangan dan dikirim via pos dengan catatan batas waktu cap pos, kini bisa dikirim dari segala penjuru dunia dalam hitungan detik, baik melalui e-mail maupun fasilitas elektronik lainnya.

Dulu beli rumah pun harus datang ke tempat/lokasi, sekarang cukup bisa dilakukan lewat mode korespondsi email, video call, MMS, 3G dan lain-lain.

Dulu untuk bisa mengumpulkan peserta rapat harus lewat telex dan telegram, sekarang cukup dengan video conference yg menghubungkan para peserta dimana saja, pada saat itu juga. Dulu jika anda kangen, harus kirim surat berwana merah muda, sekarang cukup pakai software tertentu dengan memakai webcam dan bisa saling menyapa.........

Saat evolusi sudah menjadi revolusi, adalah bukan tidak mungkin jika suatu saat nanti anda cukup pencet sebuah tombol dan tiba-tiba anda, entah secara fisik atau hanya bayangan / hologram, tiba-tiba sudah berada di tempat lain untuk mengkomunikasikan ide-ide gila lainnya...... Kita tunggu saja.....

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home