β€œThe Traveller--Two roads diverged in a wood and I – I took the one less traveled by.” – Robert Frost! Catatan Perjalanan.: Teka-Teki Kepribadian

Catatan Perjalanan.

Sep 6, 2008

Teka-Teki Kepribadian


Jika kita amati sifat/ kepribadian dari pekerja disekeliling kita, akan terlihat betapa hampir setiap dari mereka berbeda satu sama lain. Ada yang cenderung pemikir sedang dilain tempat ada yang periang. Ada atasan yang gampang marah, sedang di tempat lain sabar bukan kepalang. Saat tertentu kita lihat meja kerja yang bersih mengkilat sedangkan meja sampingnya penuh file tak beraturan. Ada yang tidak bisa bekerja tanpa detail, sedang yang lain cukup dengan gambaran umum. Ada yang sering tertawa terbahak-bahak, atau ada juga yang senyum pun terlihat berhati-hati.

Kenyataan akan keunikan kepribadian manusia seperti diatas pernah dipertanyakan oleh Hippocrates, filosof yang hidup tahun 400 SM (2400 tahun lalu!). Setelah melakukan serangkaian penelitian, disimpulkan bahwa pada dasarnya kepribadian manusia dibagi menjadi empat kepribadian dasar dan kesimpulan itu masih berlaku sampai saat ini.

I. PHLEGMATIS DAMAI (Duduki topinya, dia akan cuek saja)
Cenderung rendah hati, mudah bergaul dan santai, diam, tenang dan mampu, sabar dan seimbang, konsisten, tenang tapi cerdas, simpatik dan baik hati, menyembunyikan emosi, bahagia dengan kehidupan, tidak tergesa-gesa, bisa memilah mana yang baik, pendengar yang baik, tidak suka menyinggung, selera humor menggigit, banyak teman, gampang menaruh iba, serba guna. Di pekerjaan mereka cakap, matang dan mantap, damai dan mudah sepakat, punya kemampuan administrative, penengah masalah, menghindari konflik, baik dibawah tekanan, menemukan cara mudah. Kelemahan mereka adalah cenderung lambat dan malas, pasif, penonton, menolak terlibat, terlalu melindungi diri, kurang cepat mengambil keputusan, penakut dan suka kawatir, pelit, suka memboroskan waktu.

II. SANGUINIS POPULER (Duduki topinya, dia akan menganggapnya lucu & tertawa)
Mereka cenderung berkepribadian menarik, suka berbicara, menghidupkan pesta, mempunyai rasa humor yang hebat, ingatan kuat atas warna, secara fisik memukau pendengar, emosional dan demonstratif, antusias dan ekspresif, tampak menyenangkan, tidak pendendam, periang dan penuh semangat, penuh rasa ingin tahu, baik di panggung, lugu dan polos, hidup realistis, mudah diubah, spontan, berhati tulus. Di pekerjaan mereka cenderung menjadi sukarelawan tugas, memikirkan kegiatan baru, tampak hebat dipermukaan, kreatif dan inovatif, energik dan antusias, menjadi inspirasi, dan mempesona orang lain untuk bekerja. Sedang kelemahannya adalah egois, kekanak-kanakan, suka dipuji, emosi kurang stabil, keinginan yang kurang kuat, kurang disiplin, kurang produktif dan membesar-besarkan.

III.KORELIS KUAT (Duduki topinya, dia akan marah)
Cenderung berbakat memimpin, tahu jawaban yg benar, dinamis dan aktif, perlu perubahan, memperbaiki kesalahan, berkemauan kuat dan tegas, tidak mudah patah semangat, bebas dan mandiri, memancarkan keyakinan, bisa melakukan apa saja. Kelemahannya adalah mudah tersinggung, sangat agresif, gampang marah, selalu benar, mendominasi, arogan, tegaan, sarkastis, dingin tak berperasaan, kurang bekerja sama, tidak terlalu perlu teman, tergesa-gesa, tidak sensitive terhadap detail. Di pekerjaan mereka berorientasi target, melihat dengan gambaran utuh, mau bekerja, unggul dalam keadaan darurat, terorganisasi baik, mencari pemecahan praktis, cepat bertindak, mendelegasikan pekerjaan, orientasi hasil, membuat target, berkembang dengan persaingan, merangsang kegiatan.

IV. MELANKOLIS SEMPURNA (Duduki topinya, dia akan sangat sedih dan kecewa)
Mereka yang bertipe melankolis cenderung mendalam dan penuh pikiran, analitis, serius dan tekun, cenderung jenius, berbakat dan kreatif, artistik atau musikal, menghargai keindahan, hati-hati berteman, setia, perhatian, gampang terharu, filosofis dan puitis, perasa, suka berkorban, penuh kesadaran dan idealis. Di pekerjaan mereka cenderung berorientasi jadwal, perfeksionis/ standar tinggi, rinci, gigih dan cermat, tertib dan terorganisasi, teratur dan rapi, ekonomis, melihat masalah, pemecahan kreatif, menyelesaikan apa yg sudah dimulai, suka diagram, grafik, bagan, daftar. Kelemahannya kurang bisa bergaul, menyendiri, suka mengkritik, berpikiran negatif, curiga, sensitive terhadap detail, emosi berubah-ubah.

Pendapat Hippocrates mengingatkan kita bahwa perbedaan kepribadian adalah suatu yang alami. Dengan tahu kelebihan dan kekurangan diri, kita bisa memilah mana yang perlu diperbaiki dan mana yang perlu dipertahankan. Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing orang, kita bisa lebih mengerti orang lain, sehingga akan tercipta pergaulan yang lebih baik dengan teman kerja, atasan, bawahan atau dengan siapa saja.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home